CNBG Harapkan Persetujuan Vaksin COVID-19 untuk Penggunaan Publik - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Pembuat vaksin yang didukung negara, China National Biotech Group (CNBG) menunggu dua kandidat vaksin COVID-19 buatannya menerima persetujuan peraturan bersyarat untuk penggunaan masyarakat umum pada tahun 2020 ini, kata pihak perusahaan pada hari Selasa (22/9/2020) kemarin.
CNBG adalah anak perusahaan milik negara, China National Pharmaceutical Group Co Ltd (Sinopharm).
Tiongkok telah memvaksinasi ratusan ribu orang di bawah program darurat yang disahkan pemerintah setempat pada Juli 2020 lalu bagi pekerja dan kelompok terbatas lainnya yang dianggap berisiko tinggi terinfeksi COVID-19. Hal dilakukan untuk mencegah kebangkitan wabah COVID-19, bahkan saat uji klinis vaksin masih berlangsung guna membuktikan kemanjuran dan keamanannya, dilansir dari Reuters, Rabu (23/9/2020).
Menyuntik masyarakat umum dengan vaksin yang terbukti keamanannya kemungkinan besar dapat menjadi alat penting dalam mengekang virus yang telah menyebabkan lebih dari 960.000 kematian di seluruh dunia itu. Namun, memperluas penggunaan vaksin sebelum mendapatkan data jangka panjang berisiko menimbulkan kekhawatiran dari para ahli.
"CNBG sedang berdiskusi dengan otoritas negara terkait tentang persyaratan persetujuan bersyarat dari dua vaksin virus corona," kata Zhang Yuntao (张云涛), wakil presiden CNBG.
"Jika semuanya berjalan dengan baik, kedua vaksin diharapkan dapat disetujui secara bersyarat dalam tahun ini untuk digunakan pada masyarakat umum," pungkas Zhang dalam sebuah pernyataan.
Di Tiongkok, pihak berwenang dapat memberikan persetujuan bersyarat untuk vaksin yang tengah menjalani uji klinis jika dianggap mendesak untuk keadaan darurat kesehatan masyarakat dan memiliki manfaat yang dinilai lebih besar daripada risikonya.
Dua kandidat vaksin COVID-19 yang dikembangkan CNBG termasuk dalam program penggunaan darurat di Tiongkok. Salah satunya memperoleh persetujuan penggunaan darurat pada bulan September ini di Uni Emirat Arab, tempat perusahaan tersebut melakukan uji klinis fase 3.
Advertisement