Perusahaan Tiongkok Tandatangani Kesepakatan dengan Vaksin U - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Shenzhen, Bolong.id - Salah satu vaksin COVID-19 yang paling menjanjikan akan tersedia di Tiongkok sebagai hasil dari kesepakatan lisensi antara raksasa farmasi AstraZeneca dan perusahaan Tiongkok, Shenzhen Kangtai Biological Products. Ini berarti bahwa lima dari enam vaksin yang saat ini menjalani uji klinis fase 3 pada manusia akan tersedia di negara tersebut.
Vaksin yang dikembangkan bersama dengan Jenner Institute, Universitas Oxford, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis tahap awal dengan sukarelawan menghasilkan respons kekebalan yang kuat tanpa efek samping yang serius. Sekarang, vaksin tersebut sedang menjalani uji klinis yang lebih luas untuk menguji keamanan dan kemanjurannya.
Berdasarkan kesepakatan ini, Kangtai akan memiliki pengembangan klinis eksklusif, produksi dan hak komersialisasi vaksin tersebut di Tiongkok. Pihak perusahaan mengatakan akan bertanggung jawab untuk mencari persetujuan regulasi, tetapi juga menekankan bahwa ada "ketidakpastian" dalam proses penelitian dan pengembangan produk.
“BioKangtai akan memastikan kapasitas produksi tahunan vaksin COVID-19 AZD1222 dapat mencapai setidaknya 100 juta dosis pada akhir tahun 2020, dan meningkatkan kapasitas hingga 200 juta dosis pada akhir tahun 2021 untuk memenuhi permintaan pasar Tiongkok,” Kata AstraZeneca dalam sebuah pernyataan, dilansir dari South China Morning Post.
Perusahaan Tiongkok lainnya juga telah menyetujui kesepakatan dengan perusahaan asing untuk mengamankan akses vaksin COVID-19 di sana.
Pada bulan Maret, Shanghai Fosun Pharma membeli kolaborasi eksklusif dan hak komersial di Tiongkok untuk vaksin dari perusahaan rintisan bio Jerman, BioNTech. BioNTech saat ini sedang melakukan uji klinis fase 2 dan 3 untuk vaksin Pfizer di luar Tiongkok dan uji klinis fase 1 untuk respons keamanan dan kekebalan di Tiongkok.
Pada bulan Januari, perusahaan Amerika Serikat, Inovio Pharmaceuticals, mengumumkan bahwa mereka bermitra dengan Advaccine yang berbasis di Beijing untuk uji klinis vaksin dan akan meminta persetujuan agar dapat memasuki pasar Tiongkok.
Peneliti Tiongkok saat ini juga sedang mengerjakan vaksin yang menggunakan berbagai metode berbeda, tiga di antaranya sedang menjalani uji klinis fase 3.
China National Biotec Group (CNBG) milik pemerintah Tiongkok sedang menguji dua vaksin yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing di Uni Emirat Arab. CNBG mengumumkan pada awal pekan ini bahwa pabriknya di Beijing telah lulus inspeksi keamanan hayati dan memperoleh izin produksi untuk vaksin.
Vaksin lain yang dikembangkan oleh Sinovac memasuki uji klinis fase 3 di Brasil. Fasilitas yang baru dibangun di Beijing diharapkan menghasilkan 100 juta dosis vaksin dalam setahun.
Vaksin keempat yang dikembangkan oleh CanSino Biologics yang berbasis di Tianjin juga diharapkan memulai uji klinis fase 3 di Kanada. Namun, uji klinis tersebut ditunda karena bea cukai Tiongkok belum menyetujui ekspor vaksin.
Advertisement