Lama Baca 3 Menit

Tiongkok Perbaharui Status Peringatan Banjir di Tengah Hujan Deras

23 July 2020, 07:00 WIB

Tiongkok Perbaharui Status Peringatan Banjir di Tengah Hujan Deras-Image-1

Tiongkok Perbarui Peringatan Banjir di Tiongkok - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok (中央气象台), pada hari Rabu (22/7/2020) memperbarui peringatan kuning untuk hujan badai, karena hujan yang tak henti-hentinya akan terus mendatangkan malapetaka di Tiongkok. Tiongkok memiliki sistem peringatan cuaca empat tingkat dengan penggunaan kode warna, yaitu merah mewakili yang paling parah, diikuti oleh oranye, kuning, dan biru.

“Dari Rabu (22/7/2020) hingga Kamis (23/7/2020) pagi, hujan deras dan badai diperkirakan terjadi di beberapa bagian Shandong, Henan, Jiangsu, Anhui, Shaanxi, Chongqing, Sichuan, Yunnan dan Tibet”, ungkap Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok (中央气象台). “Beberapa daerah yang disebutkan di atas akan mengalami lebih dari 70 mm curah hujan setiap jamnya, disertai dengan badai petir dan angin kencang,” tambahnya. Institusi tersebut kemudian menyarankan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor, serta merekomendasikan penghentian kegiatan di luar ruangan di daerah berbahaya.

Sejak Juli, 31 orang telah meninggal atau hilang dan 23,85 juta orang telah terkena dampak banjir di 24 wilayah provinsi, termasuk provinsi Anhui dan Jiangxi di Tiongkok timur, menurut Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok (应急管理部), Minggu (19/7/2020), dilansir dari CGTN.

Sejak awal Juni, ketinggian permukaan air di 433 sungai di Tiongkok telah naik melebihi tanda bahaya, dengan 33 di antaranya melebihi rekor dari yang pernah dicatat, menurut Kementerian Sumber Daya Air (水利部) pada 13 Juli.

Kementerian Keuangan Tiongkok (财政部) telah mengalokasikan dana bantuan darurat sebesar 830 juta yuan (sekitar Rp1,74 triliun) untuk 12 wilayah tingkat provinsi, termasuk Hunan, Hubei, dan Anhui yang telah dilanda banjir. Uang tersebut akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas pemeliharaan air dan fasilitas produksi pertanian, serta membeli bahan-bahan pertanian untuk produksi pasca-bencana. Sejauh ini, Kementerian Keuangan Tiongkok (财政部) telah mengeluarkan total 1,29 miliar yuan (sekitar Rp2,7 triliun) untuk membantu pemerintah daerah menangani banjir dan pemulihan produksi pertanian. (*)