Tiongkok: Ketegangan Jurnalis Tiongkok-Amerika Karena AS - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Pada hari Senin, 19 Mei 2020, Tiongkok mengatakan bahwa AS harus bertanggung jawab atas ketegangan yang terjadi mengenai jurnalis Amerika-Tiongkok yang disebabkan oleh AS, Tiongkok kemudian mendesak Washington untuk menghentikan penindasan terhadap media Tiongkok di AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian (赵立坚), membuat pernyataan setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengklaim pada hari Minggu, 17 Mei 2020, bahwa Tiongkok telah mengancam untuk mengganggu pekerjaan wartawan AS di Hong Kong. Dia memperingatkan Beijing bahwa setiap keputusan yang melanggar otonomi Hong Kong dapat mempengaruhi penilaian AS atas status Hong Kong.
Tinjauan tahunan status ekonomi dan perdagangan khusus Hong Kong diperlukan dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden AS Donald Trump pada bulan November 2019 lalu, meskipun mendapat tentangan kuat dari Tiiongkok. "Urusan Hong Kong adalah urusan dalam negeri Tiongkok yang tidak memerlukan campur tangan pemerintah, organisasi atau individu asing," jelas Zhao pada jumpa pers harian.
Zhao menentang langkah-langkah yang diambil AS terhadap media Tiongkok, termasuk mengklaim lima media Tiongkok sebagai "misi asing" dan memecat karyawan mereka serta membatasi visa bagi jurnalis Tiongkok menjadi 90 hari. Sejak saat itu, Tiongkok telah mengambil tindakan balasan terhadap outlet media AS di Tiongkok sebagai tanggapan. Zhao menjelaskan bahwa langkah tersebut akan sangat mengganggu laporan berita oleh media Tiongkok di AS dan akan mempengaruhi hubungan bilateral antar perorangan. Jika AS terus mengambil tindakan seperti ini, maka Tiongkok juga akan mengambil tindakan tegas sebagai balasan.
Advertisement