Lama Baca 4 Menit

Miris, Kerusuhan di AS Justru Memuncak saat Demo Hari ke-6 

03 June 2020, 09:41 WIB

Miris, Kerusuhan di AS Justru Memuncak saat Demo Hari ke-6 -Image-1

kerusuhan - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Washington, Bolong.id - Aksi protes terkait kematian tragis seorang warga sipil karena ulah oknum polisi di Minneapolis masih terus berlanjut hingga hari keenam. Kondisi ini membuat sejumlah kota memberlakukan jam malam. Namun, hal ini justru menyebabkan perselisihan dan bentrokan baru karena banyak warga yang justru mengabaikannya. Polisi yang berhadapan dengan pengunjuk rasa di beberapa kota seperti New York, Chicago, Philadelphia dan LA terpaksa menembakkan gas air mata dan pepper bullets guna membubarkan massa.

Mengutip laporan bbc.com, massa yang tersulut emosi mulai membakar beberapa kendaraan milik polisi dan  menjarah toko-toko di beberapa kota. BBC menyebut, Amerika Serikat (AS) benar-benar mengalami "racial turbulence" dan kerusuhan terbesar sejak reaksi terhadap pembunuhan Martin Luther King pada tahun 1968 silam. 

Kasus George Floyd seakan mengingatkan luka lama dan memantik kembali kemarahan yang mendalam atas pembunuhan yang dilakukan oleh polisi terhadap orang kulit hitam Amerika karena rasisme. Bagi banyak orang, kemarahan tersebut juga mengartikan rasa “frustrasi” selama bertahun-tahun atas ketidaksetaraan dan diskriminasi sosial-ekonomi, tidak terkecuali di Minneapolis, daerah dimana George Floyd meninggal.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 16 ribu tentara dari Garda Nasional serta pasukan cadangan militer AS untuk keadaan darurat domestik, telah dikerahkan untuk menangani kerusuhan di 24 wilayah termasuk Washington, DC, dimana banyak massa yang terkonsentrasi di dekat Gedung Putih. Demonstran membakar gedung-gedung di sana, termasuk gereja bersejarah yang dikenal sebagai the church of the president, dan melemparkan batu ke arah petugas keamanan.

Di Louisville, Kentucky, seorang pria ditembak mati saat konfrontasi di tengah bentrokan antara pengunjuk rasa, polisi, dan pasukan Garda Nasional. "Petugas polisi dan pasukan Garda Nasional yang bergerak untuk membubarkan kerumunan di sebuah tempat parkir ditembaki, dan kemudian mereka membalas tembakan tersebut, sehingga menyebabkan satu orang tewas," ujar Polisi Metro Louisville. Sejumlah jurnalis juga mengakubahwa mereka menjadi sasaran kepolisian, salah satunya seorang juru kamera BBC yang didakwa oleh petugas di dekat Gedung Putih.

Dalam unggahan terbarunya di Youtube, Sasha Marissa dan Puri Viera, youtuber asal Indonesia yang saat ini sedang bermukim di AS, mengatakan, mereka ikut mendukung untuk menegakkan keadilan yang dialami oleh George Flyod  dan berharap agar tidak ada korban-korban lainnya akibat rasisme dan diskriminasi. Di lain sisi, publik Tiongkok juga menaruh perhatian besar pada kerusuhan serius yang terjadi di AS. Terbukti, kata kunci "kerusuhan sosial AS" berada di peringkat pertama pada platform Weibo, Selasa (02/06) kemarin.*

sumber : www.bbc.com