Tiongkok dan Jepang Tandatangani Kesepakatan Kesehatan - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id – Tiongkok dan Jepang menandatangani kesepakatan untuk 13 proyek industri kesehatan senilai 50 miliar yuan atau setara 102,7 triliun rupiah di kota pesisir Tianjin. Zona Demonstrasi Kerjasama Pengembangan Industri Kesehatan Tiongkok-Jepang di Tianjin, dibuka pada hari Selasa (30/6/2020), sebagai bagian dari perjanjian kerja sama bilateral kedua negara tahun 2019 silam.
Melansir laman ecns.cn, zona tersebut berfokus pada big data, industri kesehatan yang menyediakan kecerdasan buatan (AI), dan pengobatan tradisional Tiongkok, yang akan memainkan peran penting dalam membina hubungan ekonomi yang kuat. Zona ini diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan baru bagi kedua negara, sehingga dapat membantu meredam dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.
Zhu Liguo (朱利国), Anggota Dewan dan Perwakilan Tiongkok dari Yayasan Riset Masa Depan Jepang-Tiongkok mengatakan, pemerintah Jepang sangat peduli dengan Zona Demonstrasi Kerjasama Pengembangan Industri Kesehatan Tiongkok-Jepang di Tianjin. Ia berharap akan ada lebih banyak perusahaan medis yang memanfaatkan zona baru di Tianjin, yang memiliki AI sebagai keuntungan, dan akan membantu mengimbangi perkembangan yang lesu di negara-negara asal perusahaan itu.
Zona baru Tianjin tersebut adalah salah satu dari enam zona demonstrasi kerja sama pembangunan Tiongkok-Jepang, yang dibentuk oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional pada bulan April tahun 2020 ini. Selain di Tianjin, lima zona lainnya berada di Shanghai, Suzhou, Dalian, Chengdu, dan Qingdao.
Tianjin adalah kota Tiongkok pertama yang menjalin hubungan kota kembar dengan kota Kobe di Jepang dimana sebagian besar perusahaan Jepang di Tianjin berasal dari kota itu. Baik Tianjin dan Kobe, keduanya adalah kota yang ramah. Di Kobe, ada pulau buatan yang diciptakan oleh reklamasi sebagai area inti, dan teknologi medis yang diciptakan oleh investasi dan konstruksi berkelanjutan dari pemerintah.
Kota Kobe berharap hal itu akan diselesaikan di Zona Demonstrasi Kerjasama Pengembangan Industri Kesehatan Tiongkok-Jepang Tianjin, dan lebih banyak sumber daya internasional dikumpulkan di Distrik Jinghai. (*)
Advertisement