Yellow Crane Tower 1.800 Tahun di Wuhan Akan Luncurkan Tur Malam - Image from CGTN
Wuhan, Bolong.id - Yellow Crane Tower atau Menara Bangau Kuning yang ikonik di Wuhan akan menawarkan tur malam hari sebagai upaya meningkatkan ekonomi malam hari dan pariwisata setelah mengendalikan epidemi COVID-19.
Tur malam akan tersedia mulai 1 hingga 8 Oktober 2020 mendatang selama liburan Hari Nasional dan Festival Pertengahan Musim Gugur, yang biasanya mengalami lonjakan dalam perjalanan domestik.
Pertunjukan cahaya akan dipentaskan di gedung bersejarah dan di sepanjang sungai Yangtze setiap malam- Image from CGTN
Pengunjung dapat naik ke menara untuk menikmati pemandangan malam serta pertunjukan cahaya yang akan dipentaskan di gedung bersejarah dan di sepanjang Sungai Yangtze setiap malam selama periode tersebut, menurut penyelenggara.
Pertunjukan yang bertajuk "Menaiki Menara Bangau Kuning di Malam Hari," akan mengadopsi teknik canggih untuk menggabungkan elemen multimedia, seperti cahaya, suara dan proyeksi animasi, dengan pertunjukan seni klasik secara langsung.
The Yellow Crane Tower sering muncul dalam karya sastra dan lukisan Tiongkok kuno - Image from CGTN
"[Pertunjukan] menawarkan pengunjung pengalaman yang mendalam dan lanskap budaya yang unik dari peninggalan kuno," ujar Direktur Pertunjukan, Liu Fei.
Bertengger di Bukit Ular di samping Sungai Yangtze, menara berusia 1.800 tahun ini sering muncul dalam karya sastra Tiongkok kuno dan merupakan salah satu dari Empat Menara Besar di Tiongkok. Menara telah dihancurkan dan dibangun kembali berkali-kali dalam sejarahnya yang panjang, dan terakhir direnovasi pada 1985.
Menara ikonik bertengger di Bukit Ular di tepi Sungai Yangtze - Image from CGTN
Bangunan kuno itu adalah salah satu tempat wisata utama di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei Tiongkok Tengah, menggratiskan tiket untuk pengunjung domestik sebagai tanda terima kasih atas bantuan nasional selama perang kota melawan COVID-19.
Hubei bulan lalu mengumumkan akan membuka tempat-tempat indah utamanya untuk pengunjung domestik secara gratis hingga akhir tahun 2020, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali industri pariwisata provinsi yang terkena virus. (*)
Advertisement