Waduk Liujiaxia mengeluarkan air banjir di Prefektur Otonomi Linxia Hui pada 21 Juli 2020 - Image from Xinhua
Jiangxi, Bolong.id - Sungai Yangtze menghadapi puncak banjir ketiga karena hujan deras yang terus-menerus di aliran atas dan tengahnya, sementara pihak berwenang memperingatkan kemungkinan puncak banjir baru dalam waktu dekat mengharuskan Waduk Tiga Ngarai (Three Gorges Reservoir) menyediakan ruang yang cukup untuk kemungkinan banjir.
Volume aliran air yang telah memasuki reservoir telah mencapai 50.000 meter kubik per detik, menurut laporan media, reservoir akan melihat volume aliran masuk 60.000 meter kubik per detik sekitar Selasa (28/7/20) besok. Beberapa sungai di bagian tengah dan hilir Yangtze melampaui tingkat siaga hingga 2,04 meter.
Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok juga memperingatkan pada Minggu (26/7/20) bahwa banjir regional sekali dalam satu dekade menghantam Sungai Huaihe, yang terletak sekitar di tengah-tengah antara Sungai Kuning dan Sungai Yangtze.
E Jingping, Menteri Sumber Daya Air, pada Minggu (26/7/20) kemarin mengatakan, departemen terkait harus berkoordinasi dengan Waduk Tiga Ngarai untuk memberlakukan peraturan yyang mencemaskan tentang banjir dari hulu sungai Yangtze dan sungai lainnya. Tingkat air waduk tidak boleh terlalu tinggi sehingga ruang dapat dibiarkan untuk kemungkinan banjir besar dan pada saat yang sama, keamanan harus dipastikan untuk tanggul tengah dan hilir.
Tiongkok telah memasuki musim hujannya. Sejak Juni 2020, hujan deras terus-menerus menyerang sebagian besar Tiongkok selatan, dan perairan banyak sungai di daerah yang terkena dampak telah melampaui tingkat peringatan. Bagian utara Provinsi Jiangxi telah mengalami hujan lebat sejak 6 Juli 2020 dengan air naik secara signifikan di sungai dan danau setempat. (*)
Advertisement