Siswa Masuk Sekolah - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Jakarta, Bolong.id - Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia dapat dikatakan masih belum dapat selesai. Ribuan orang sudah terpapar mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) juga telah menyampaikan bahwa kasus COVID-19 di Indonesia dan kesehatan anak-anak merupakan hal yang penting untuk diperhatikan jumlah dan kondisinya. Pernyataan ini berkaitan dengan adanya rumor bahwa pemerintah Indonesia yang akan membuka kembali sekolah-sekolah pada Juli 2020. Padahal jumlah anak Indonesia yang menjadi korban akibat COVID-19 itu tidak main-main. Meski rumor ini telah dibantah oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, namun masyarakat dapat bersama-sama memperkirakan apa yang akan terjadi apabila sekolah-sekolah di Indonesia benar-benar dibuka.
Indonesia menempati peringkat teratas dalam hal jumlah kematian anak akibat COVID-19 se-Asia. Menurut data yang dikumpulkan oleh IDAI, jumlah PDP anak pun terbilang sangat tinggi dan bahkan mungkin tertinggi se-Asia. Beredarnya rumor bahwa anak-anak tidak bisa terserang oleh COVID-19 atau efeknya ringan pada anak-anak adalah tidak benar. Data yang didapatkan Indonesia pun masih minim. Untuk gambarannya, Indonesia hanya mengetes 1 dari 5 orang Pakistan, dan 1 dari 28 orang Malaysia.
Pembunuh terbesar anak adalah pneumonia dan diare. Gejala yang timbul pada anak apabila terkena virus ini juga samar-samar. Anak-anak bisa saja terkena virus ini dengan hanya menunjukkan gejala demam, batuk atau diare. Pada anak, COVID-19 lebih rentan terjadi pada pencernaan, dan dapat ditularkan melalui feses. Apabila sekolah benar-benar akan dibuka dan anak-anak masih belum terbiasa mencuci tangan dengan benar, maka risiko anak-anak lain tertular melalui sentuhan tangan pun akan menjadi semakin besar.
Sebagai perbandingan, Indonesia dapat melihat negara-negara lain seperti Finlandia dan Tiongkok yang telah membuka sekolah kembali. Finlaindia, negara dengan pendidikan terbaik sedunia itu pun kembali menutup sekolahnya setelah dua hari membuka sekolah karena ada yang kembali terserang virus. Lalu, bagaimana dengan Tiongkok? Setelah sebulan tanpa kasus infeksi baru, Tiongkok disebut-sebut sedang mengalami gelombang kedua pandemi. Dilansir dari CNN, Tiongkok tepatnya di Kota Wuhan, terdapat 1 orang yang terdeteksi positif pada hari Minggu (10/05/2020) dan disusul 5 orang pada hari Senin (11/05/2020). Tiongkok juga mengumumkan ada sebanyak 11 kasus positif berada di Provinsi Hebei. Apabila sekolah-sekolah di Indonesia benar-benar kembali dibuka, bisa jadi akan sama dengan kedua negara tersebut.
Sumber: cnnindonesia.com, polkrim.news
Advertisement