Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Jakarta, Bolong.id - Wabah COVID-19 membuat negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk menemukan vaksin demi keselamatan rakyatnya. Demikian pula dengan pemerintah Indonesia, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia sedang menerapkan dua strategi dalam proses penemuan vaksin COVID-19.
Dilansir dari detik.com, dalam diskusi virtual bertema ‘Tren Geopolitik Dunia di Tengah COVID-19’ Retno menjelaskan mengenai dua strategi tersebut, “Pertama adalah membangun resiliensi dengan cara pengembangan yang mandiri. Kedua, kerja sama dengan pihak lain dalam proses pengadaan vaksin.” Demikian pula ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia telah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak, dua di antaranya yaitu Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), yang berbasis di Norwegia, dan Sinopec, yang berbasis di Tiongkok.
Selain itu, di dalam pemaparannya, Menlu Retno juga menjelaskan dampak ekonomi yang dirasakan oleh dunia internasional akibat COVID-19 akan membuat semua negara berusaha membangkitkan perekonomiannya. Retno juga menuturkan bahwa banyak negara sudah mulai membuka sektor ekonomi secara bertahap sesuai dengan protokol kesehatan mengingat adanya wabah COVID-19.
Retno juga menegaskan dua hal yang penting dalam masa pandemi ini, yaitu kerja sama dan kolaborasi. Ia mengatakan, “Di saat sulit seperti ini, sebenarnya kunci yang penting adalah kerja sama dan kolaborasi. Beberapa pengamat mengatakan bahwa what is killing us is not connection but it is connection without cooperation.” Artinya, apa yang membunuh kita bukan hubungan tetapi hubungan tanpa kerja sama. “Jadi, kunci kerja sama dan kolaborasi sangat penting artinya,” ujar Retno.*
Advertisement