Hujan saat imlek - Image from Dari berbagai sumber
Bolong.id - Konon, Imlek harus dibarengi dengan hujan, karena jika tidak, rezeki warga Tionghoa bakal macet. Benarkah demikian, atau ini semua cuma mitos?
Hujan dan Tahun Baru Imlek seakan menjadi dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Masyarakat Tionghoa memercayai, turunnya hujan menandakan keberkahan. Semakin lebat hujan membasahi bumi, kian besar pula rezeki yang bakal mereka dapatkan selama setahun nanti.
Konon, kepercayaan itu berkaitan dengan masa tanam di Tiongkok yang biasanya dimulai setelah tahun baru, tepatnya pascahari ke-15 mereka berpesta, yang acap disebut cap go meh. Hujan tentu menjadi berkah bagi petani, karena itulah mereka menganggap hujan sebagai pembawa berkah.
Bagi masyarakat Tionghoa, perayaan tersebut menjadi yang paling meriah dan megah. Ini berkaitan erat dengan Nian atau makhluk yang dipercaya selalu datang saat musim dingin.
Dulu, sebagian besar penduduk Tiongkok adalah petani yang mulai menanam selama musim semi. Pada musim gugur, mereka memanen padi, lalu menyimpannya untuk menghadapi musim dingin.
Mitos monster Nian - Image from Dari berbagai sumber
Musim dingin selalu mencekam karena kecemasan didatangi Nian yang digambarkan seperti sosok besar pemakan manusia yang keluar dari dasar lautan tiap 365 hari atau bertepatan dengan chu xi alias malam tahun baru Imlek. Mereka yang lolos dari maut, esoknya bakal bersyukur dengan mengucapkan, “Gong xi! Gong xi!”
Singkat cerita, Nian yang berarti “tahun”, berhasil dikalahkan dengan warna merah, bunyi-bunyian yang keras, dan cahaya terang. Nah, dari situlah tradisi tersebut menjadi perayaan Imlek yang terus dilestarikan hingga kini.
Imlek merupakan bentuk pesta syukur musim panen yang biasanya ditandai dengan turunnya hujan. Namun, sebenarnya nggak ada tolok ukur berkah dalam hujan yang turun tersebut.
Kata hujan yang dalam bahasa Mandarin adalah “yu” dengan pelafalan “yu” yang berarti kenaikan alias surplus.
Keluarga Tionghoa memang senang jika hujan turun pada malam Imlek karena dipercaya memberikan berkah lebih. Namun, kepercayaan hujan membawa berkah atau tidak, lanjutnya, kembali pada keyakinan setiap orang.
Orang memang meyakini hujan sebagai tanda keberuntungan tahun mendatang Namun, rezeki datang bagi mereka yang mau berusaha, sementara kita tahu masyarakat Tionghoa itu cekatan dan kerja keras. (*)
Visco Joostensz/Penulis
Advertisement