Lama Baca 4 Menit

"Taman Surga Budaya Tiongkok-Indonesia Online" Usai

25 December 2021, 13:11 WIB



"2020 Online Chinese Cultural Paradise-Indonesia Park" Ditutup - Image from googleusercontent.com

Guizhou, Bolong.id - Upacara penutupan "Taman Surga Budaya Tiongkok-Indonesia Online" diadakan di Guizhou Normal University, Rabu (22/12/2021). Sejak taman dibuka pada 11 Desember 2021, lebih dari 400 remaja Indonesia belajar budaya Tiongkok.

Dilansir dari chinanews.com Rabu (22/12/2021), Guru pengajar "Surga Budaya Tiongkok" mengadopsi model inovatif siaran langsung + rekaman, dan kombinasi organik dari ceramah + interaksi. 

Juga mengarahkan siswa untuk menghargai pemandangan alam dan budaya Guizhou, memahami karakteristik budaya Guizhou, dan belajar bakat tradisional Tiongkok.

Pada acara penutupan, para peserta pelatihan melaporkan prestasi belajar mereka melalui video, menunjukkan prestasi mereka dalam belajar kaligrafi Tiongkok, melukis, seni bela diri (Tai Chi), lagu, tarian rakyat, simpul Tiongkok, pemotongan kertas Tiongkok, dan keramik secara online. 

Guru juga memberikan sertifikat kelulusan dan sertifikat siswa berprestasi kepada siswa.

Para siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini menyatakan bahwa mereka telah belajar banyak melalui penelitian ini dan berterima kasih kepada semua guru atas kesabaran mereka.

Siswa bernama Zhang Jingjue (张静觉) mengatakan bahwa melalui penelitian ini, dia belajar tentang bentang alam karst dan itu sangat indah.

Siswa bernama You Wenlin (游雯林) mengatakan bahwa saya sangat senang dapat berpartisipasi dalam acara ini. Saya belajar tentang menulis kaligrafi, masakan Guizhou, tarian Tiongkok, dan belajar lagu "Jasmine". Setelah pandemi berakhir, jika saya memiliki kesempatan, saya akan senang pergi ke Guizhou untuk belajar dan bermain.

Cheng Deyi (成德义), direktur Guizhou Overseas Friendship Association yang berpartisipasi dalam acara tersebut, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan eksplorasi yang berguna untuk melaksanakan pendidikan Tionghoa perantauan di era epidemi pneumonia mahkota baru global.

Itu memungkinkan lebih banyak pemuda Tionghoa Indonesia untuk duduk di rumah Anda akan dapat berpartisipasi dalam acara tersebut, merasakan peradaban Tiongkok, bertindak sebagai utusan untuk memperkuat pertukaran budaya Tiongkok-Indonesia dan jembatan untuk persahabatan dan kerja sama Tiongkok-Indonesia, dan mempromosikan integrasi budaya dan people-to- ikatan rakyat Tiongkok dan Indonesia.

Guru Wei Maofeng (魏茂凤) dari Badan Koordinasi Pendidikan Tiongkok Kepulauan Liao, Indonesia mengatakan bahwa taman budaya online adalah kursus online yang lahir di bawah pandemi COVID-19, yang merupakan cara yang baik untuk menyebarkan budaya Tiongkok. 

Meskipun pengalaman online tidak dapat disamakan dengan pengalaman offline, hal itu juga memberikan pemahaman awal tentang budaya Tionghoa kepada anak-anak. 

Di bawah pengaruh pandemi, saya berharap taman budaya online dapat terus dijalankan, sehingga anak-anak yang tidak dapat mengikuti perkemahan musim dingin dan perkemahan musim panas offline dapat memiliki saluran untuk mempelajari lebih lanjut tentang budaya Tiongkok, sehingga akar budaya Tiongkok dapat ditanamkan di hati anak-anak. (*)