Zhao Lijian - Image from ECNS.cn
Beijing, Bolong.id - Pihak Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengumumkan pada Senin (26/10/20) bahwa Tiongkok akan mengambil tindakan balasan timbal balik terhadap enam perusahaan media Amerika Serikat (AS) setelah AS mendaftarkan enam media Tiongkok sebagai "misi asing".
Tiongkok menuntut cabang-cabang American Broadcasting Corporation, The Los Angeles Times, Minnesota Public Radio, Bureau of National Affairs, Newsweek, dan Feature Story News yang berbasis di Tiongkok untuk menyatakan secara tertulis informasi tentang staf, keuangan, operasi, dan real estat mereka di Tiongkok dalam tujuh hari kalender terhitung dari Senin, kata kementerian itu.
Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, mengatakan tindakan balasan tersebut sepenuhnya diperlukan dan Tiongkok terpaksa mengambil tindakan itu sebagai tanggapan atas penindasan yang tidak masuk akal yang dialami organisasi media Tiongkok di Amerika Serikat. Demikian dilansir dari CGTN, Senin (26/10/2020).
Tindakan itu sah dan dibenarkan dalam segala hal, katanya, menambahkan bahwa Amerika Serikat, didorong oleh mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis, secara eksklusif menargetkan organisasi media Tiongkok.
AS telah secara serius mencoreng reputasi dan citra organisasi media Tiongkok, secara serius memengaruhi operasi normal mereka di Amerika Serikat, dan secara serius mengganggu pertukaran people-to-people dan budaya antara kedua negara, kata Zhao. Oleh karena itu, langkah tersebut telah mengungkap kemunafikan negara yang menyebut dirinya adalah pendukung kebebasan pers, tambahnya.
Tiongkok mendesak AS untuk segera mengubah arah, membatalkan kerusakan, dan menghentikan penindasan politik dan pembatasan sewenang-wenang terhadap organisasi media Tiongkok, kata Zhao. (*)
Advertisement