Xiangchun - Image from litenews
Ningbo, Bolong.id - Tiongkok negara empat musim, dengan makanan yang berbeda-beda di tiap musim. Sayuran liar merupakan makanan yang umum di musim semi.
Dilansir dari The World of Chinese, penduduk Ningbo, Provinsi Zhejiang, percaya sayuran musim semi liar ini dapat membantu meremajakan tubuh setelah musim dingin sekaligus memberi energi.
Pepatah terkenal di Ningbo mengatakan, "makan pucuk di musim semi, makan akar di musim dingin (春吃芽,冬吃根)," yang berarti bahwa di musim semi, orang harus makan sayuran yang tumbuh dari tanah, sementara di musim dingin, mereka harus mengkonsumsi akar tanaman di dalam tanah.
Meskipun ada banyak sayuran liar yang tumbuh di Ningbo, penduduk setempat memiliki favorit. Berikut daftarnya:
1. Malantou (马兰头)
Malantou - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Malantou biasanya dimasak bersama dengan irisan tahu dan rebung liar, serta ditambahkan beberapa tetes minyak wijen. Sebuah cerita rakyat mengatakan bahwa Kaisar Kangxi dari abad ke-17 dan ke-18 pernah mencoba hidangan tersebut saat melakukan tur ke Tiongkok selatan.
2. Jicai (荠菜)
Jicai - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Dompet gembala, atau jicai (荠菜) juga dikenal dengan julukan sayuran berwajah bunga (花脸菜). Sayuran ini tumbuh dekat dengan tanah dan daunnya menyebar seperti bunga hijau.
Jicai tumbuh di awal musim semi dan rasanya segar dengan sedikit rasa manis. Penduduk setempat sering menambahkan jicai ke tahu dan sup udang, atau mengisi wonton dengan jicai dan daging babi.
Pedagang kaki lima juga banyak yang menjual lumpia jicai renyah yang dicampur dengan rebung, telur, dan tahu. Lumpia goreng yang dicelupkan ke dalam cuka beras adalah camilan musim semi klasik di Ningbo.
3. Xiangchun (香椿)
Xiangchun - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Xiangchun (香椿) atau cedar Tiongkok adalah daun pedas yang biasanya dimakan bersama dengan bubur dan dibuat acar.
Xiangchun adalah sayuran lezat yang masa panennya hanya berlangsung 10 hari dalam setahun. Sayuran ini dijual di pasar dengan harga sekitar 100 yuan/0,5 kg (sekitar Rp 224 ribu). Karena bau dan rasanya sangat kuat, Xiangchun cukup gunakan sedikit saja untuk membuat hidangan.
Xiangchun sering dipasangkan dengan telur ayam kampung, yang membantu menyeimbangkan rasa daun yang terkadang terlalu kuat, atau dengan tahu.
4. Muxu (苜蓿)
Muxu - Image from gzxdf.com
Sayuran populer lainnya adalah muxu (苜蓿), yang terlihat mirip dengan semanggi dan dikenal sebagai caozi (草籽) oleh penduduk Ningbo. Mencampur muxu dengan kue beras adalah hidangan yang umum di Ningbo saat musim semi. Biasanya muxu juga diberikan sebagai camilan untuk anak kecil, karena lembut dan mudah dicerna.
Caozi goreng dengan beberapa sendok anggur beras kuning juga merupakan makanan pembuka yang populer dengan alkohol. Caozi yang lembut dan segar cocok dengan alkohol yang harum.
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement