Warga Shanghai gunakan masker di jalan - Image from Reuters/Aly Song
Bolong.id - Tiongkok kembali memberlakukan langkah-langkah untuk membatasi penyebaran virus corona di beberapa kota di tengah lonjakan kasus infeksi COVID-19.
Sejauh ini, Tiongkok telah menutup kota industri, mendesak penduduk untuk tidak meninggalkan Beijing dan menutup sekolah di beberapa wilayah karena meningkatnya kasus COVID-19.
Pejabat Tiongkok melaporkan 588 kasus baru yang dikonfirmasi dalam 24 jam yang berakhir pada hari Jumat, tetapi tidak ada kasus kematian. Data ini termasuk 134 kasus yang dikonfirmasi di Provinsi Timur Laut Jilin, ini membuat kota Changcun ditutup.
Dilansir dari 多彩贵州网 pada Senin (14/3/2022), walikota Jilin bahkan diganti setelah 800 kasus dikonfirmasi di wilayah tersebut, seperti halnya walikota Changchun.
Tiongkok beroperasi di bawah strategi "nol toleransi", menemukan dan mengisolasi setiap kasus dan terkadang melakukan pengujian massal di kota-kota besar dan kecil.
Hong Kong juga telah berjuang melawan gelombang virus corona baru sejak Februari. Mulai dari rumah sakit, kamar mayat, serta pusat isolasi dipenuhi orang.
Pemimpin kota, Carrie Lam, mengatakan mereka belum berada di puncak gelombang, dan mendesak lebih banyak penduduk untuk divaksinasi. Sebanyak 90% penduduk telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, tetapi hanya 53% dari mereka yang berusia di atas 80 tahun telah divaksinasi.
"Lebih dari 90 persen kematian adalah mereka yang belum sepenuhnya divaksinasi. Kami perlu mengejar dan memvaksinasi setiap warga Hong Kong," kata Lam pada jumpa pers pada Sabtu (12/3/2022) lalu. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement