Ilustrasi vaksin - Image from Bloomberg
Bolong.id - Hingga saat ini pandemi global masih terus melonjak. Vaksin dosis ketiga (booster) ramai menjadi perbincangan hangat, apakah perlu melakukan vaksin booster?
Dilansir dari CCTV pada Sabtu (31/7/2021), menjawab isu yang bereda di masyarakat soal vaksin booster ahli dari Tiongkok mengatakab bahwa vaksin booster memang diperlukan namun tidak untuk populasi umum.
Menurut Shao Yiming, seorang peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok dan anggota Tim Ahli Litbang Vaksin dari Kelompok Riset Ilmiah, dari situasi global saat ini, seseorang psitif COVID-19 setelah vaksin adalah normal. Studi yang ada menunjukkan bahwa tingkat perlindungan vaksin dari berbagai rute teknis di seluruh dunia terhadap mutan COVID-19 memang menurun sampai batas tertentu, tetapi masih dalam kisaran terkendali oleh vaksin yang ada.
Selain itu, Shao Yiming mengatakan bahwa pengamatan awal menunjukkan bahwa tidak perlu vaksinasi booster untuk populasi umum yang telah menyelesaikan vaksinasi dalam waktu satu tahun. Tetapi bagi lansia yang telah menyelesaikan vaksinasi lebih dari 6-12 bulan dan memiliki fungsi kekebalan yang lemah, pasien dengan penyakit dasar, dan mereka yang harus bekerja di daerah berisiko tinggi karena kebutuhan pekerjaan, kelompok orang-orang ini yang terlibat dalam pekerjaan berisiko tinggi di Tiongkok, masih dipelajari apakah perlu suntikan booster atau tidak. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement