Lama Baca 3 Menit

Kenali 5 Jenis Penyakit Ginjal Berikut Ini

02 February 2021, 11:23 WIB

Kenali 5 Jenis Penyakit Ginjal Berikut Ini-Image-1

Ginjal - Image from Aladokter

Jakarta, Bolong.id - Gangguan pada ginjal mengurangi kemampuan tubuh untuk beberapa hal, di antaranya membersihkan darah. Ginjal berfungsi menyaring limbah dan kotoran dari darah. Maka, Kenali beberapa jenis penyakit ginjal berikut ini.

Dilansir dari Klik dokter berikut 5 jenis penyakit ginjal.

1. Batu Ginjal


Batu ginjal adalah salah satu jenis penyakit ginjal yang umum ditemukan. Hal ini terjadi ketika mineral dan zat lain di dalam darah menumpuk, lalu mengkristal, hingga membentuk massa seperti batuan di ginjal.

Batu ginjal biasanya ditandai dengan gejala sakit pinggang, kencing terasa sakit, dan air kencing bewarna keruh atau berdarah.

Batu ginjal bisa diatasi dengan melakukan extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Ini adalah proses memecahkan batu ginjal dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi.

2. Infeksi Saluran Kemih

Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri yang menyerang sistem saluran kemih. Masalah kesehatan ini dapat segera diobati dan jarang menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Namun, jika dibiarkan begitu saja, infeksi ini dapat menyebar dan menyebabkan gagal ginjal.

3. Glomerulonefritis


Jenis penyakit ginjal ini disebabkan karena adanya peradangan pada glomerulus. Peradangan glomerulonefritis dapat disebabkan oleh infeksi, efek samping pemakaian obat-obatan, atau kelainan bawaan.

4. Kanker Ginjal


Kanker ginjal adalah penyakit yang sering terjadi pada orang usia lanjut. Kanker ginjal juga biasa disebut sebagai karsinoma sel ginjal.

Kondisi ini terjadi ketika sel kanker mulai tumbuh dan menyebar pada filter kecil di ginjal. Umumnya, fungsi ginjal untuk menyaring darah tidak lagi maksimal.

5. Penyakit Ginjal Kronis


Gagal ginjal kronik, atau chronic kidney disease (CKD), merupakan suatu kondisi kesehatan di mana terlihat adanya penurunan bertahap dari fungsi ginjal. Ginjal merupakan organ yang berfungsi untuk menyaring produk sisa dan cairan berlebih dari tubuh, yang kemudian dikeluarkan melalui urine. (*)