Lama Baca 3 Menit

Benarkah Gula Jagung Lebih Sehat?

26 February 2022, 13:09 WIB

Benarkah Gula Jagung Lebih Sehat?-Image-1

Ilustrasi Gula Jagung - Image from cdn-2.tstatic.net

Jakarta, Bolong.id - Apakah gula jagung lebih baik untuk kesehatan dibanding gula pasir? Jawabnya, masih terjadi perdebatan. 

Dilansir dari SehatQ, mengkonsumsi gula tidak lebih dari 10% dari seluruh asupan kalori dalam sehari adalah takaran yang ideal. Ini juga berlaku buat makanan dan minuman apapun yang manis.

Secara kimia, gula tinggi fruktosa berbeda dengan gula biasa, ada kontroversi bahwa gula jagung lebih berbahaya bagi tubuh, terutama bagi penderita diabetes.

Sebab, fruktosa berindeks glikemik rendah. Indeks glikemik yaitu nilai yang menunjukkan seberapa cepat makanan diubah menjadi glukosa dalam tubuh.

Semakin tinggi nilainya, semakin cepat pula makanan ini berubah menjadi glukosa dan meningkatkan kadar gula darah. Begitupun sebaliknya, bila nilainya rendah, proses berubah menjadi glukosa akan lebih lambat.

Mengonsumsi segala jenis pemanis tentu dapat menambah asupan kalori.

Bahkan jika terus menerus terjadi dalam jangka panjang, tentu kesehatan menjadi sasarannya, seperti risiko penyakit jantung dan menyebabkan diabetes.

Untuk menjaga kesehatan tubuh, ada baiknya mengurangi asupan pemanis tambahan dalam bentuk apapun. Termasuk jenis pemanis seperti gula jagung yang dulunya disebut high fructose corn syrup digunakan di hampir seluruh makanan yang diproses.

Gula jagung diperoleh dari proses pembuatan sirup jagung (corn syrup). Di Amerika Serikat, sudah tidak asing lagi menggunakan gula jagung sebagai tambahan pemanis di makanan olahan dan minuman soda.

Gula jagung kerap dituding sebagai pemicu obesitas dan masalah penyakit lainnya. Sehingga gula jagung untuk diet tidak disarankan.

Banyak yang beranggapan gula jagung lebih buruk ketimbang gula biasa.

Walau demikian, para pakar sepakat bahwa belum ada bukti kuat mendukung klaim ini.

Sebab, mengonsumsi gula atau pemanis tambahan dalam jenis apapun tetap buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebih.(*)