Bagan GDP Developing Asia - Image from Dari berbagai sumber. Segala keluhan terkait hak cipta silahkan hubungi kami
Bolong.id – Desember ini, Asian Development Bank (ADB) merilis laporan tentang "Asia Development Outlook 2021" yang memuat perkiraan penurunan pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia untuk dua tahun ke depan. ADB memperkirakan bahwa produk domestik bruto (PDB) negara-negara berkembang Asia akan tumbuh sebesar 7,0% pada tahun 2021 dan 5,3% pada tahun 2022, keduanya lebih rendah dari perkiraan 7,1% dan 5,4% pada bulan September 2021. Kecuali Asia Tengah, prospek pertumbuhan di bagian kawasan lain Asia sedikit menurun.
Dilansir dari 中国驻东盟使团 pada (27/12/2021), mengingat perlambatan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara pada kuartal ketiga, ADB menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi kawasan itu pada tahun 2021 dari 3,1% menjadi 3,0%, tetapi meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2022 dari 5,0% menjadi 5,1%. Dalam hal negara-negara tertentu, harapan pertumbuhan Filipina, Singapura dan Thailand telah disesuaikan ke atas.
Selain itu, ADB juga memperkirakan bahwa tingkat inflasi negara-negara berkembang Asia pada tahun 2021 dan 2022 akan tetap terkendali pada tingkat masing-masing 2,1% dan 2,7%. Sehingga memberikan ruang bagi kebijakan pelonggaran moneter untuk mendukung pemulihan pasca pandemi covid-19. Meskipun tekanan inflasi di Filipina, Singapura, Thailand, dan negara-negara lain mulai meningkat seiring dibukanya kembali perekonomian untuk mendorong permintaan, inflasi di Asia Tenggara secara keseluruhan diperkirakan akan tetap berada pada level yang relatif rendah pada tahun 2021.
ADB meyakini bahwa risiko utama yang dihadapi pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia adalah masih meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Pada 30 November 2021, tingkat vaksin seluruh negara berkembang di Asia meningkat secara signifikan menjadi 48,7%. Namun, angka ini masih berada di bawah Amerika Serikat (58,1%) dan Uni Eropa (67,2%). Proporsi orang yang menyelesaikan seluruh proses vaksinasi di berbagai negara dalam total populasi di Asia pun sangat berbeda. Sebagai contoh, Singapura berhasil mencapai 91,9%, sedangkan Papua Nugini hanya 2,2%.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement