Lama Baca 3 Menit

Pandemi Covid-19 di Jakarta Diprediksi Selesai Paling Cepat di Awal 2022

16 September 2021, 06:00 WIB

Pandemi Covid-19 di Jakarta Diprediksi Selesai Paling Cepat di Awal 2022-Image-1

Himbauan Memakai Masker - Image from Dari berbagai sumber. Segala keluhan terkait hak cipta silahkan hubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menyebut ada kemungkinan pandemi Covid-19 di Ibu Kota berakhir paling cepat awal 2022. Namun, dia mengatakan nantinya protokol kesehatan akan menjadi aktivitas sehari-hari masyarakat.

"Pandemi berakhir masih bisa paling cepat mungkin awal tahun depan, tapi sesudah itu kita harus berpikir Covid-19 tetap selalu ada dan kita tetap lakukan 3T," kata Ngabila dalam diskusi virtual seperti yang dimuat dalam Liputan6, Rabu (15/9/2021).

Menurut Ngabila, memastikan nol kasus Covid-19 di Jakarta sangatlah sulit, sebab nantinya masyarakat akan terus hidup berdampingan dengan virus tersebut. Karena itu, dia menyatakan Pemprov DKI terus berupaya untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19.

"Kita harus pastikan 14 juta orang yang beraktivitas di DKI sudah divaksinasi. Harapan kita nantinya tidak hanya 11 juta penduduk DKI tapi 14 juta penduduk yang beraktivitas di DKI di siang hari sudah lengkap vaksinasi 2 dosis sehingga herd immunity bisa tercapai," ucapnya.

Ngabila pun menyebutkan, pemprov DKI Jakarta akan terus menyisir penduduk Jakarta yang beraktivitas di malam hari seperti PKL, pedagang asongan, hingga tunawisma.

"Itu semua kita sisir agar kita pastikan no one left behind. Saya selalu ingat kata Pak Gub no one left behind, tidak ada orang yang kita tinggalkan di era pandemi ini," jelas dia.

Sebelumnya, pemerintah menyusun strategi jangka panjang menyikapi kemungkinan pandemi COVID-19 akan tetap ada dalam waktu lama. Pasalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengingatkan agar negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk mempersiapkan diri mengambil langkah-langkah.

Terkait dengan hal ini, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan sejak awal Agustus 2021 bahwa pemerintah telah menyusun kajian dan strategi hidup berdampingan
dengan virus Corona. Ia pun menyebutkan dalam dialog virtual Semangat Selasa Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Selasa (7/9/21) lalu bahwa strategi tersebut adalah terkait bagaimana menjalani hidup normal dengan mematuhi protokol kesehatan sembari menjalankan aktivitas perekonomian dengan aman. Adapun disimpulkan bahwa pilihan terbaik bagi masyarakat saat ini adalah tetap menegakkan disiplin protokol kesehatan (prokes) dan memulai gaya hidup baru dengan berdampingan dengan COVID-19.