Nansha Bird Park - Image from Sohu
Bolong.id - Jika Anda berkunjung ke Guangzhou namun bosan dengan hiruk pikuk perkotaan, Taman burung Nansha dapat menjadi salah satu pilihan Anda untuk berwisata. Berjarak 70 km dari pusat kota Guangzhou, taman burung ini memiliki 48 jenis satwa nasional dilindungi Kelas I atau Kelas II. Taman ini juga memiliki Paviliun Indonesia, bangunan bambu yang dibangun dengan desain khas nusantara oleh seniman asal Bali.
Dilansir dari Sohu Travel, ketika Anda memasuki taman, Anda akan disambut dengan pemandangan danau angsa. Angsa di danau ini adalah angsa putih dan angsa hitam yang didatangkan dari Belanda. Tak hanya mengagumi bentuknya yang indah, disini pengunjung juga dapat mengelus angsa-angsa dengan bebas.
Jika Anda melanjutkan perjalanan Anda di taman, Anda akan menjumpai merak yang berjalan-jalan, jika Anda beruntung, Anda juga dapat melihat tarian merak jantan untuk menarik perhatian merak betina.
Merak - Image from Sohu
Tak jauh dari pintu masuk taman, Anda akan disambut pelikan putih yang berdiri di atas jembatan layar seakan menyambut tamu dari kejauhan. Ini adalah kesempatan yang baik bagi wisatawan untuk mengambil foto.
Pelikan - Image from Sohu
Bangau mahkota abu-abu - Image from Sohu
Mengambil konsep habitat lahan basah, Taman Burung Nansha memiliki pulau dan lembah tematik. Pulau pertama yang dapat Anda kunjungi adalah Pulau Huashu dengan bangau mahkota abu-abu sebagai bintangnya. Di Uganda, Tanzania ,dan Rwanda, bangau mahkota abu-abu dianggap sebagai burung nasional.
Bangau Mahkota Abu-abu - Image from Sohu
Tak hanya itu, Anda juga dapat melihat burung nasional Nigeria, Bangau Bermahkota Afrika Barat "Dai Mianhe", saudara Bangau Bermahkota Abu-abu yang berwarna hitam.
Bangau Mahkota - Image from Sohu
Lebih lanjut lagi, Anda akan menemukan habitat flamingo di taman ini terletak di antara Pulau Huashu dan Lembah Paputale. Tubuhnya berwarna putih dan merah mawar dengan bulu terbang berwarna hitam.
Flamingo - Image from Sohu
Selanjutnya, di Pulau Harta Karun Anda akan melihat kawanan angsa berleher hitam yang gemar berenang bersama anak-anaknya.
Angsa leher hitam - Image from Sohu
Di sebelah timur Pulau Harta Karun, ada taman rahasia surga burung unta. Di sini, Anda dapat memberi makan sendiri burung terbesar di dunia.
Anda pun dapat melihat Qianhezhou千鹤洲, yang akrab disebut "Burung pengantar bayi" di Eropa.
Bangau Putih Pengantar Bayi - Image from Sohu
Di Taman Burung Nansha, hadir pula sebuah arsitektur bambu hasil karya seniman Bali yang dinamakan Paviliun Indonesia. Disamping desain arsitekturnya yang kental dengan nuansa nusantara, aspek menarik dari bangunan seluas 500 m persegi ini adalah bahan bakunya yang didatangkan khusus dari Yogyakarta dan Bali. Dikatakan bahwa Taman Burung Nansha akan bekerjasama dengan KJRI Guangzhou untuk memanfaatkan keberadaan paviliun ini untuk promosi seni budaya, pariwisata dan ekonomi Indonesia ke wilayah selatan RRT.
Arsitektur Bambu - Image from Sohu
Advertisement