Astronot mengecek persediaan di stasiun luar angkasa - Image from CFP
Bolong.id - Pada hari Jumat (23/7/2021), tiga astronot Tiongkok yang dikirim ke luar angkasa oleh pesawat ruang angkasa Shenzhou-12 ke stasiun luar angkasa telah menghabiskan waktu sekitar 36 hari, memecahkan rekor 33 hari yang ditetapkan oleh kru Shenzhou-11 pada tahun 2016. Untuk bertahan hidup di luar angkasa, para astronot ini tentu sangat membutuhkan air. Nah, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana air tersedia bagi astronot di luar angkasa?
Dilansir dari CGTN pada Sabtu (24/7/2021), air disediakan untuk para astronot dalam tiga cara: diangkut dengan pesawat ruang angkasa, dibuat oleh mesin pembangkit di tempat, dan daur ulang.
Sebelum peluncuran, kapal kargo Tianzhou-2 mengirimkan pasokan air ke modul inti untuk awak Shenzhou-12. Menurut Badan Antariksa Berawak Tiongkok, lebih dari 10 kantong air untuk penggunaan sehari-hari dan pembangkit oksigen elektrolit dikirim ke modul inti.
Air juga dapat dihasilkan di stasiun ruang angkasa lewat sel bahan bakar yang mengandung hidrogen dan oksigen, dua komponen utama molekul air. Kedua atom tersebut kemudian digabungkan untuk membentuk air pada dua elektroda dengan adanya katalis. Setelah itu, air yang dihasilkan melalui reaksi didinginkan hingga mencapai suhu 18-24 derajat celcius dan dimurnikan dengan pensteril ion perak sebelum dikirim ke tangki penyimpanan. Uniknya, reaksi ini juga menghasilkan energi yang diubah menjadi listrik untuk menggerakkan stasiun luar angkasa.
Di sisi lain, selama tinggal tiga bulan astronot beraktivitas, tentu banyak air yang dikonsumsi. Daur ulang dan penggunaan kembali air membantu dalam memenuhi kebutuhan air. Untuk memastikan operasi jangka panjang yang ekonomis, stasiun luar angkasa menggunakan Sistem Kontrol Lingkungan dan Pendukung Kehidupan (Environmental Control and Life Support System; ECLSS) untuk melakukan daur ulang, termasuk air. ECLSS dapat mengumpulkan uap air yang dihembuskan oleh taikonaut (sebutan untuk astronot asal Tiongkok) melalui modul kondensasi dan pengeringan. Kemudian, uap air tersebut diolah dengan alat pemurnian menjadi air daur ulang untuk diminum. Bahkan, urin yang dihasilkan oleh astronot juga dikumpulkan dan diolah untuk mengekstrak air murni.
Data aktivitas fisiologis manusia menunjukkan bahwa setiap astronot menghasilkan sekitar dua kilogram urin dan air pembilasan per hari di stasiun luar angkasa. Mereka menghembuskan sekitar 1,8 kilogram uap air ke dalam kabin selama periode yang sama. Hal ini menjadikan daur ulang air sangat penting untuk memenuhi kebutuhan para penjelajah luar angkasa.
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement