Antonio Guterres - Image from aa.com.tr
Geneva, Bolong.id - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyampaikan pidato pada pertemuan terbuka darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tentang konflik Palestina-Israel pada Minggu (16/5/2021). Ia mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk segera hentikan permusuhan.
Dilansir dari Xinhua pada Senin (17/5/2021), Guterres mengatakan bahwa konflik antara Palestina dan Israel saat ini adalah yang paling serius dalam beberapa tahun terakhir. Ia merujuk pada konflik yang sedang berlangsung ini sebagai "begitu mengerikan" dan "hanya akan melanjutkan siklus kematian, kehancuran, keputusasaan, dan membuat harapan untuk hidup berdampingan dalam perdamaian semakin berkurang."
Guterres juga mengatakan bahwa konflik tersebut dapat menyeret Palestina dan Israel ke dalam lingkaran setan kekerasan, dengan konsekuensi bencana bagi masyarakat secara keseluruhan. Ia meminta semua pihak harus mematuhi hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional. Disamping itu, ia menyebutkan pula bahwa status quo situs keagamaan harus dipertahankan dan dihormati.
Sementara itu, Sekjen PBB itu juga menegaskan kembali komitmen kuat PBB untuk bekerja dengan kedua belah pihak. Ia pun meminta mitra internasional dan kekuatan besar di regional termasuk PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia untuk bekerja sama dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah secara adil demi mencapai "perdamaian yang abadi".
Guterres menekankan bahwa kembali ke negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar. "Hanya melalui negosiasi inilah maka solusi politik yang berkelanjutan dapat tercapai. [Dengan begitu], siklus kekerasan yang menghancurkan ini dapat sepenuhnya dihentikan dan perdamaian dapat dicapai", katanya.
Adapun DK PBB, dipimpin oleh Tiongkok, mengadakan pertemuan terbuka darurat untuk pertama kalinya pada tanggal 16 Mei untuk secara terbuka membahas ketegangan Palestina-Israel yang belum lama ini terjadi. Sebelumnya, DK PBB mengadakan dua putaran konsultasi tertutup tentang situasi antara Palestina dan Israel pada tanggal 10 dan 12 Mei. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement