
Jenewa, Bolong.ID - Badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) merilis laporan akhir tahun 2022 di Jenewa, Swiss, Rabu (21/12/2022).
Dilansir dari Xinhuanet (22/12/2022) dijelaskan, selama tahun 2022, tahun ketiga pandemi COVID-19, juga terjadi wabah global lainnya. Antara lain, wabah kolera di banyak negara, dan wabah Ebola di Uganda.
Kekeringan dan banjir melanda Tanduk Afrika yang lebih besar dan Sahel, dan terjadilah banjir di Pakistan.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pandemi COVID-19 berkurang, seperti wabah mpox global, dan tidak ada kasus baru Ebola di Uganda selama lebih dari tiga tahun. minggu.
"Kami berharap masing-masing keadaan darurat ini akan diumumkan pada titik yang berbeda tahun depan," katanya.

Jumlah kematian akibat COVID-19 yang dilaporkan setiap minggu di seluruh dunia telah turun hampir 90 persen sejak puncaknya pada akhir Januari, tambahnya, ketika gelombang Omicron sedang memuncak.
Namun, dia juga mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir. Kesenjangan dalam pengawasan, pengujian, dan pengurutan masih membuat sulit untuk memahami dengan tepat bagaimana virus berubah; dan kesenjangan dalam vaksinasi telah membuat jutaan orang, terutama petugas kesehatan dan lansia, berisiko tinggi terhadap penyakit parah dan kematian.

Kepala WHO mengidentifikasi lima prioritas otoritas kesehatan dunia pada tahun 2023: berfokus pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit dengan beralih dari perawatan sakit ke perawatan kesehatan; mempromosikan cakupan kesehatan universal, khususnya layanan kesehatan primer; memperkuat kesiapsiagaan dan tanggap darurat; mendorong maju penelitian, ilmu pengetahuan dan teknologi; dan terus mereformasi WHO.
Ia juga mengatakan bahwa komitmen politik dari pimpinan nasional sangat penting, karena kelima prioritas tersebut harus dilaksanakan di tingkat nasional.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement