
Beijing, Bolong.id - Kode QR kini memudahkan hidup warga Tiongkok. Untuk membayar komoditas, masuk akun online, verifikasi identitas, dan aneka informasi.
Dilansir dari 人民网, Rabu (23/11/22), menurut laporan Payment & Clearing Association of China, pemindaian kode QR adalah metode pembayaran yang paling sering digunakan untuk 95,7 persen pengguna pembayaran seluler Tiongkok, dan 52,6 persen sering membayar tiket bus dan layanan metro dengan kode QR.
Proporsi pengguna yang membayar dengan kartu transportasi prabayar atau uang tunai telah menurun, kata laporan itu.
Selain itu, pengguna dapat menggunakan pemindai di beberapa platform pembayaran seluler untuk mendapatkan informasi tentang objek, seperti bunga dan hewan.
Misalnya, pemindai pada platform pembayaran seluler WeChat dapat mengenali lebih dari 100 juta komoditas, 300.000 lukisan terkenal, 100.000 landmark, puluhan ribu spesies hewan, dan 5.000 spesies tumbuhan.
Seorang pria dengan kesulitan mobilitas di Shanghai, yang bermarga Liu, baru-baru ini mencoba memesan kursi roda dengan memindai kode QR di kursi kereta peluru dari Shanghai ke Beijing. Perintahnya segera diterima oleh seorang petugas dan kemudian dilaporkan kepada kondektur.
Ketika kereta Liu tiba di Beijing, sebuah kursi roda sudah menunggunya di peron.
Sejak September tahun ini, kode QR standar telah ditambahkan ke kertas dan lisensi bisnis digital yang dipegang oleh 3,2 juta entitas pasar di Shanghai. Kode QR membawa informasi yang relevan tentang entitas, termasuk informasi pendaftaran, izin usaha, dan informasi pengawasan mereka.

Nanjing, ibu kota provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, telah menempelkan stiker kode QR ke semua timbangan elektronik di pasar petani. Dengan memindai kode, konsumen dapat memperoleh informasi yang relevan tentang timbangan, seperti spesifikasi dan kalibrasi, untuk memastikan pengukurannya akurat.
Namun, selain memberikan kenyamanan lebih kepada orang-orang, kode QR juga memicu masalah. Misalnya, mereka terkadang digunakan untuk melakukan kegiatan ilegal dan kriminal.
Untuk menindak kejahatan semacam itu, platform pembayaran seluler telah memperluas investasi mereka dalam pengembangan sistem anti-penipuan.

Pada Desember 2021, People's Bank of Tiongkok, bank sentral negara itu, mengeluarkan spesifikasi teknis tentang pembayaran barcode yang mengatur aturan pengkodean dan persyaratan keamanan pembayaran barcode untuk memastikan keamanan informasi dan aset pengguna.
Qiu Han, peneliti dari Institute for Network Sciences and Cyberspace of Tsinghua University, mengatakan bahwa seiring dengan perkembangan pesat industri internet, perang melawan penipuan telekomunikasi dan online akan menjadi masalah yang menantang secara global yang membutuhkan upaya bersama dari berbagai industri dan entitas. , seperti organisasi pembayaran, lembaga keuangan, departemen keamanan publik, operator telekomunikasi, dan perusahaan internet. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement