Lama Baca 3 Menit

Menteri Luhut Tepis Isu China Kontrol RI di Investor Daily Summit

12 October 2022, 11:54 WIB

Menteri Luhut Tepis Isu China Kontrol RI di Investor Daily Summit-Image-1
Acara Investor Daily Summit (IDS) di JCC Senayan, 12 Oktober 2022.

Jakarta, Bolong.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan menepis anggapan Indonesia dikontrol Tiongkok. Itu disampaikan di Investor Daily Summit di JCC Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2022.

Luhut mengatakan, Indonesia untung mendapat banyak investasi Tiongkok di tahun ini.

“Tahun ini kita mungkin surplus dari Tiongkok, kita dikenakan sama dia 20% anti dumping, karena kita dianggap sangat kompetitif, mungkin disubsidi pemerintah”.

Menurutnya, Indonesia kini berhasil mengalahkan Tiongkok dalam neraca dagang. Neraca dagang Indonesia dari awalnya defisit US$ 28 miliar bakal surplus US$ 500 juta-1 miliar tahun ini.

"Trade defisit kita dengan Tiongkok dulu US$ 28 miliar, kemudian tahun 2020 atau 2021 kira-kira sudah US$ 2,5 miliar. Nah tahun ini saya yakin perdagangan kita akan surplus US$ 500 juta atau ke US$ 1 miliar," ungkap Luhut.

Menteri Luhut Tepis Isu China Kontrol RI di Investor Daily Summit-Image-2
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menepis anggapan Indonesia dikontrol oleh Tiongkok. Hal ini disampaikan pada Investor Daily Summit (IDS) di JCC Senayan, 12 Oktober 2022.()

Menurut Luhut sistem produksi di Indonesia saat ini bisa lebih efektif dari Tiongkok. Membuat harga operasional dan produksi jadi lebih murah.

Misalnya listrik saja, Luhut menjabarkan biaya listrik di Indonesia cuma sekitar US$ 5 sen per kwh. Sementara itu, di Tiongkok listrik industri bisa mencapai US$ 10-12 sen per kwh.

"Kenapa begitu? Karena kita efisien, listrik kita hanya US$ 5 sen per kwh, di dia US$ 10-12 sen. Belum lagi transport cost bisa US$ 15-20 di sana, di sini antar pulau paling US$ 1-2," tutur Luhut.

Indonesia masih bisa lebih maju menurutnya, kuncinya adalah membuat perizinan usaha makin mudah hingga memperbaiki sumber daya manusia.

Di samping itu ia juga mengatakan perang Ukraina dan Rusia akan berlangsung lama dan Indonesia harus bersiap untuk langkah penguatan ekonomi dan militer.

Luhut mengajak Indonesia tetap optimis dan tidak berbicara hal yang tidak jelas, demi mewujudkan Indonesia maju dan menjauhkan ego sektoral.


(Zsa Zsa Dhasa / Muhammad Fakhri)

(*)