
Sebuah kapal tunda terlihat berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta - Reuters
Beijng, Bolong.id - Parlemen Indonesia (DPR RI) pada Selasa (30/8/2022) mengesahkan menyetujui Indonesia bergabung ke RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) yang didukung Tiongkok.
Dilansir dari Reuters, Rabu (31/8/22), DPR RI juga meratifikasi pakta perdagangan bilateral dengan Korea Selatan, berharap dapat menarik investasi untuk mengembangkan industri kendaraan listrik dan baterai di Indonesia.
Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan mengatakan, RCEP akan mendorong perdagangan, investasi langsung dan meningkatkan pertumbuhan produk domestik bruto negara sebesar 0,07 poin persentase.
"Kami menggambarkan perjanjian ini sebagai jalan tol untuk memasuki pasar global, dan sudah saatnya Indonesia menyerbu pasar internasional," katanya kepada anggota parlemen.
RCEP, yang dipandang sebagai alternatif dari Perjanjian Komprehensif dan Progresif yang dipimpin AS untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), mencakup hampir sepertiga populasi dunia dan sekitar 30% dari PDB-nya. Awalnya disepakati oleh para pemimpin 15 negara Asia-Pasifik pada November 2020.
Inisiatif RCEP diluncurkan oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara pada tahun 2012.
Pakta tersebut, yang tidak termasuk Amerika Serikat, mulai berlaku pada 1 Januari tahun ini setelah tujuh negara di Asia Tenggara, dan Australia, Tiongkok, Jepang, dan Selandia Baru meratifikasi pakta tersebut tahun lalu.
Berdasarkan perjanjian dengan Korea Selatan, Jakarta dan Seoul masing-masing akan menghilangkan lebih dari 92% dan 95% dari garis tarif.
Indonesia akan memberikan tarif preferensial untuk mendukung investasi Korea di berbagai bidang mulai dari mobil hingga pakaian jadi, Kementerian Perdagangan Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah penandatanganan kesepakatan pada tahun 2020.
Perusahaan Korea Selatan seperti Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution saat ini menjadi salah satu investor utama di industri kendaraan listrik dan baterai di Indonesia karena ingin memanfaatkan cadangan nikelnya yang kaya. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement