Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Jakarta, Bolong.id - Pada Senin (13/9/2021), pemerintah Indonesia merumuskan rencana vaksinasi COVID-19 tahun 2022 yang berbayar. Kelak, vaksin COVID-19 akan semudah membeli obat di apotek.
Pada Senin (13/9/2021), Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam konferensi video yang diadakan dengan Komisi IX DPR: "Rakyat bisa membeli vaksinnya sendiri, bisa memilih vaksinya apa, sama seperti beli obat di apotek. Jadi ini akan kita buka pasarnya agar masyarakat bisa memilih membeli booster vaksin,”.
Dilansir dari 印尼全方位 pada Selasa (14/09/2021), Budi mengatakan vaksin yang diberikan akan didaftarkan untuk penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Program vaksinasi yang berbayar akan menargetkan 93,7 juta orang di seluruh negeri.Pemerintah hanya memberikan vaksinasi booster gratis bagi penerima bantuan iuran (PBI) dan dan anak-anak berusia 12 tahun juga akan mendapatkan vaksinasi booster secara gratis.
"PBI akan mendapatkan satu kali booster. Kita juga akan menyuntik anak-anak yang masuk umur 12 tahun itu ada 4,4 juta, disuntik 2 kali, itu akan dibayar oleh negara APBN," ujarnya.
Selain itu, pekerja bukan penerima upah kelas III (PBPU III) akan dibiayai pemerintah daerah sehingga akan mendapatkan vaksin booster secara gratis, dan Kementerian Kesehatan akan mengalokasikan dana kepada pemerintah daerah.
Meski demikian, Budi Sadikin juga menegaskan rencana tersebut belum final dan akan dibahas lebih lanjut. (*)
Advertisement