Riyana, pelajar Indonesia, berbicara tentang bagaimana dia menghabiskan Ramadhan di Beijing - Image from medcom.id
Beijing, Bolong.id - Di Tiongkok 1,5 - 4% beragama penduduk Islam. Pelajar Indonesia di Beijing, Riyana, bercerita tentang suasana Ramadhan di Tiongkok.
Dilansir dari Medcom.id (09/05/2021) Riyana kini sedang belajar di Beijing, Lebaran tahun ini dia tidak dapat kembali ke Indonesia karena dampak wabah tersebut. Riyana bercerita tentang suasana Ramadhan di Beijing.
Riyana memaparkan bahwa Ramadhan di Tiongkok sedikit berbeda dengan Indonesia. Pertama, karena Tiongkok terletak di belahan bumi utara, Tiongkok memasuki musim panas saat Ramadhan, dan musim panas adalah lamanya siang dan malam, sehingga waktu kerja dan istirahat menjadi lebih panjang. juga berubah, jadi puasa di Tiongkok waktunya lebih lama dibanding di Indonesia, biasanya sampai 15 jam.
Kedua, karena Muslim Tionghoa termasuk sekelompok kecil orang, mereka relatif sepi selama Ramadhan. Banyak pelajar Indonesia yang belajar di Tiongkok akan memasak makanan Indonesia mereka sendiri untuk dinikmati saat buka puasa. Imsak di sana pukul 03.00.
Riyana mengatakan bahwa biasanya mereka akan pergi ke Niujie di Distrik Xicheng Beijing untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan, karena Niujie adalah salah satu daerah yang paling banyak penduduk Muslim di Beijing. Ada banyak toko yang menjual barang-barang Muslim, supermarket halal, restoran, dll. Kamu bisa beli daging halal, sajadah, Quran, dll disini.
Riyana menunjukkan bahwa setidaknya ada 1.000 restoran dan toko halal di Beijing, dan harganya juga sangat menguntungkan, mulai dari 5 yuan. Selama Ramadan, banyak Muslim memilih untuk beribadah di Masjid Niujie di Beijing, yang juga merupakan salah satu masjid tertua dan terpenting di Tiongkok.(*)
Advertisement