Zhao Lijian - Image from CNN
Beijing, Bolong.id - Kunjungan Presiden Palau, Surangel Whipps, Jr ke Taiwan, Minggu (28/3/21) dihebohkan warga Tiongkok. Sebab, di rombongan itu ada Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Palau, John Hennessey-Niland. Nah, apa urusannya perwakilan AS ikut?
Dilansir dari Huanqiu, Senin (29/3/2021), Juru Bicara Kemenlu Tiongkok, Zhao Lijian menggelar konferensi pers, Senin (29/3/21).
Zhao Lijian mengatakan: "Kami memperhatikan bahwa Duta Besar AS untuk Palau merupakan anggota dari delegasi Palau. Yang ingin saya tekankan adalah bahwa prinsip "satu China" adalah norma hubungan internasional yang diakui secara universal, dan juga merupakan konsensus universal yang diakui, diterima, dan dipraktikkan oleh sebagian besar negara di dunia," kata Zhao.
Maksudnya, internasional sudah mengakui, bahwa Taiwan adalah bagian dari negara Tiongkok. Disebut "Satu China". Sedangkan kehadiran pihak AS di kunjungan itu menimbulkan pertanyaan. Dan, tentu saja kecurigaan warga Tiongkok.
Dijelaskan Zhao, prinsip Satu China adalah keinginan masyarakat dan tren zaman. Masalah Taiwan adalah masalah paling penting dan sensitif dalam hubungan Sino-AS. Prinsip "satu China" adalah landasan politik hubungan China-AS.
Tiongkok dengan tegas menentang segala bentuk pertukaran resmi antara Amerika Serikat dan Taiwan. Posisi ini adalah konsisten dan jelas.
Zhao menekankan bahwa Tiongkok mendesak Amerika Serikat untuk sepenuhnya memahami sensitivitas tinggi dari masalah Taiwan, mematuhi prinsip "Satu China" dan ketentuan "Tiga Komunikasi Bersama" antara China dan Amerika Serikat, menghentikan pertukaran resmi antara Amerika Serikat dan Taiwan.
Selain itu, Tiongkok berharap AS tidak mengirimkan sinyal palsu kepada pasukan separatis kemerdekaan Taiwan. Juga, AS tidak menerobos garis. Sebab, itu bisa merusak hubungan Tiongkok-AS. (*)
Advertisement