Zhao Lijian - Image from Situs Web Resmi Kemenlu Tiongkok
Beijing, Bolong.id - Menlu Amerika Serikat, Antony Blinken kepada wartawan CNN pekan lalu mengatakan, penelitian badan kesehatan dunia WHO di Wuhan, didikte Tiongkok. Menanggapi itu, Kemenlu Tiongkok menggelar konferensi pers.
Dilansir dari People’s Daily, Senin (29/3/2021), juru bicara Kemenlu Tiongkok, Zhao Lijian mengatakan bahwa Tiongkok tidak akan pernah menerima tuduhan AS tersebut. Karena, pernyataan AS adalah bohong.
"Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa Tiongkok adalah yang pertama melaporkan situasi epidemi ke WHO, merilis informasi penting seperti urutan gen virus korona baru untuk pertama kalinya," kata Zhao,
Tiongkok sudah mengumumkan diagnosis dan rencana pengobatan serta rencana pencegahan dan pengendalian sesegera mungkin.
Pada 27 Desember 2019, otoritas lokal di Wuhan menerima laporan kasus mencurigakan untuk pertama kalinya.
Pada 3 Januari 2020, Tiongkok mulai secara teratur memberi tahu Amerika Serikat tentang informasi pandemi serta tindakan pencegahan dan pengendalian.
"Sejak itu, Tiongkok terus memberi tahu AS bahwa kedua belah pihak telah menjaga komunikasi yang erat. AS sangat menyadari hal ini," tuturnya.
Zhao menunjukkan bahwa dalam hal penelitian ketertelusuran, kelompok pakar Tiongkok-WHO dalam penelusuran asal-usul virus telah mengunjungi 9 unit termasuk Institut Penelitian Virus Wuhan selama periode penelitian bersama, dan bekerja dengan staf medis, peneliti ilmiah, pasien yang pulih, dan keluarga pasien.
Ini adalah pengaturan yang dibuat atas permintaan pakar internasional dari kelompok pakar. Pihak Tiongkok juga menunjukkan item demi item data asli yang memerlukan perhatian khusus.
Pakar internasional dari WHO memberikan evaluasi positif terhadap pekerjaan penelitian bersama, dengan mengatakan bahwa keterbukaan Tiongkok ini tidak terduga.
Penyusunan laporan ketertelusuran telah dilakukan antara para ahli dari kedua belah pihak, melalui penelitian ilmiah dan kesimpulan yang berulang.
"Saya tidak dapat menahan diri untuk bertanya, kapan Amerika Serikat seterbuka dan transparan seperti Tiongkok dalam masalah pandemi dan pelacakan virus?" kata Zhao.
Kapan pakar WHO akan diundang ke Amerika Serikat untuk penyelidikan ketertelusuran?
Kapan Fort Detrick dibuka untuk pakar internasional untuk dikunjungi, Investigasi atau penelitian?
“Kami bertanya, bagian mana dari laporan ahli WHO yang ditulis pemerintah Tiongkok?" pungkasnya. (*)
Advertisement