Lama Baca 3 Menit

China Harap AS Undang Pakar WHO Telusuri Sumber Corona Baru di Sana

03 February 2021, 11:50 WIB

China Harap AS Undang Pakar WHO Telusuri Sumber Corona Baru di Sana-Image-1

pemindahan pasien ke rumah sakit di New York - Image from Xinhuanet.com

Beijing, Bolong.id – Pemerintah Tiongkok berharap pemerintah Amerika Serikat (AS) mengundang pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penelitian dan penelusuran sumber virus corona baru di AS.

Dilansir dari Xinhuanet, Selasa (2/1/21) Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin membuat pernyataan itu pada konferensi pers, setelah Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pengaturan Tiongkok untuk para ahli WHO tidak transparan.

Sejak pandemi, Tiongkok selalu bekerjasama dengan WHO, terkait penelusuran sumber secara terbuka dan transparan, kata Wang. Menurutnya, kunjungan ahli WHO dan Tiongkok merupakan bagian kerjasama penelitian ilmiah global terkait sumber corona. Pemerintah Tiongkok telah memberikan dukungan dan bantuan yang kuat untuk ini.

"Ahli Tiongkok telah berbagi sejumlah besar informasi dan hasil penelitian dengan rekan mereka dan melakukan beberapa putaran pertukaran mendalam mengenai masalah ilmiah yang menjadi perhatian bersama. WHO dan ahli internasional membuat komentar positif tentang ini," kata juru bicara.

Menurut Wang, penelusuran sumber virus adalah masalah ilmiah yang kompleks yang melibatkan banyak tempat di berbagai negara. Banyak petunjuk, laporan, dan penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah menyebar di banyak bagian dunia sejak paruh kedua tahun 2019.

Dia mengutip contoh laporan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, yang mengatakan antibodi COVID-19 ditemukan dalam sampel darah dari donor darah rutin yang dikumpulkan pada Desember 2019 di AS.

Ini berarti infeksi COVID-19 mungkin terjadi di AS pada saat itu, lebih awal dari kasus resmi pertama negara itu pada 21 Januari 2020, katanya.

“Diharapkan pihak AS akan mengambil sikap positif, ilmiah dan kooperatif serta menjaga transparansi masalah penelusuran sumber virus, seperti yang telah dilakukan Tiongkok, dan mengundang ahli WHO untuk melakukan penelitian penelusuran sumber virus di Amerika Serikat, sehingga dapat memberikan kontribusi positif untuk kerjasama anti-epidemi internasional dan penelusuran sumber ilmiah, "katanya. (*)

Megawati Putri/Penerjemah

BACA JUGA