Lama Baca 3 Menit

Slogan 'Boikot China' Lagi Tren di India, Apa Benar Segampang Itu Dilakukan?

25 October 2020, 13:31 WIB

Slogan 'Boikot China' Lagi Tren di India, Apa Benar Segampang Itu Dilakukan?-Image-1

Bendera Tiongkok dan India - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

India, Bolong.id – Pada bulan April 2020, sebulan setelah pemerintah India memberlakukan fase pertama lockdown COVID-19, kampanye online untuk hanya membeli produk India untuk meringankan beban ekonomi mulai bermunculan. Namun, kampanye ini bukan hanya karena banyaknya bisnis lokal yang gulung tikar akibat pandemi, tetapi juga untuk menghindari apapun yang dibuat oleh Tiongkok. Banyak masyarakat India yang mendukung kampanye ini langsung membagikan foto dan meme di Twitter dan Facebook untuk menjelek-jelekkan Tiongkok, karena aplikasi TikTok-nya yang dianggap tidak sesuai dengan ‘nilai-nilai budaya India.”

Berbagai macam tagar seperti #Boycott_China_MNCs, #MadeInIndia #DeleteChinaApps yang bermunculan di Twitter, serta tweets yang isinya berjanji untuk tidak menggunakan produk Tiongkok, yang terus mendominasi media sosial di India. Muncul juga pesan viral di WhatsApp yang berbunyi: “Mitron telah menciptakan versi asli TikTok. Hapus aplikasi TikTok, aplikasi Tiongkok. Ucapkan selamat tinggal pada aplikasi ZOOM juga. India juga punya aplikasinya sendiri, Saynamaste, yang bagus dan memiliki koneksi cepat, tidak perlu membuat ID pengguna segala. Tata juga telah meluncurkan situs belanja India tatacliq.com untuk belanja online. Jangan gunakan aplikasi Tiongkok."

Namun, apakah ekonomi India benar-benar bisa bertahan tanpa adanya sokongan serta aliran ekspor-impor dari Tiongkok? Faktanya, India tetap sangat bergantung pada modal Tiongkok, dan membutuhkan keahlian Tiongkok di sektor-sektor seperti artificial intelligence dan 5G. Sementara itu, kehati-hatian dengan Tiongkok mungkin bisa dibenarkan. Namun sentimen negatif yang berkepanjangan dan  memboikot barang-barang Tiongkok akan merugikan orang India dan ekonomi mereka sendiri. Amit Shah, Menteri Dalam Negeri India pun mengatakan, “Penduduk India yang berjumlah 1,3 miliar adalah sumber kekuatan kami, jika mereka memutuskan untuk tidak membeli barang asing, ekonomi India akan mengalami lonjakan."

Anand Lunia, mitra perusahaan modal ventura, India Quotient, mengatakan, “Hal yang dilakukan masyarakat India adalah reaksi spontan dan berdasar pada persepsi mereka saja. Pasalnya, uang Tiongkok telah menjadi salah satu sumber modal pertumbuhan paling penting bagi perusahaan baru (start up) di India.”

Bahkan akhir-akhir ini ada sebuah meme yang dihiasi dengan logo merek-merek terkenal Tiongkok yang berjudul, "Mari kita beri mereka pelajaran". Lucunya, di bawah meme tersebut ada tulisan yang berbunyi, "Terkirim dari handphone Xiaomi". (*)