Qualcomm - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Tiongkok, Bolong.id – Dilansir Sohu News, menurut laporan Wall Street Journal, Sabtu (8/8/20) lalu, raksasa chip AS Qualcomm sedang melobi pemerintahan Trump untuk hapus pembatasan penjualan chip perusahaan kepada Huawei.
Qualcomm mengatakan kepada pembuat kebijakan AS tersebut, jika larangan ekspor mereka tidak akan mencegah Huawei mendapatkan komponen yang diperlukan.
Pemerintahan Trump telah mencoba memutus rantai pasokan Huawei. Pada Mei 2019 lalu, Departemen Perdagangan AS memasukkan Huawei dan 70 cabangnya ke dalam "Daftar Entitas" dan melarang Huawei membeli komponen dari pemasok perusahaan AS. Namun, hal itu hanyalah “Lisensi Sementara” dan selalu diperpanjang oleh AS.
Hingga 15 Mei 2020, AS kembali mengumumkan perpanjangan "lisensi sementara" Huawei hingga 13 Agustus mendatang. Pada saat yang sama, Departemen Perdagangan AS mengeluarkan peraturan baru: Meskipun chip itu sendiri tidak dikembangkan dan dirancang oleh AS, namun selama perusahaan asing tersebut menggunakan peralatan pembuat chip AS, maka harus memiliki lisensi dari pemerintah AS untuk memberikan chip kepada Huawei atau afiliasinya.
Menanggapi hal ini, Qualcomm mengatakan bahwa pembatasan tersebut “secara tidak sengaja menciptakan peluang keuntungan yang sangat besar bagi dua pesaing luar AS Qualcomm.”
Dua pesaing yang dirujuk Qualcomm adalah MediaTek di Taiwan, dan Samsung Electronics di Korea Selatan. Qualcomm mengatakan bahwa tindakan pemerintah AS akan menghambat penelitian dan "kepemimpinan" AS di bidang 5G.
Menurut laporan tersebut, Qualcomm percaya bahwa mendapatkan lisensi untuk bekerja sama dengan Huawei akan menghasilkan pendapatan miliaran dolar bagi perusahaan dan juga membantu mendanai pengembangan teknologi baru. Sebab, jika dibatasi pun Huawei bisa membelinya dari tempat lain.
Perlu dicatat bahwa lobi ini dilakukan pada saat Qualcomm menyelesaikan sengketa patennya dengan Huawei. Laporan keuangan Qualcomm menunjukkan bahwa perusahaan telah mencapai kesepakatan penyelesaian dengan Huawei pada Juli 2020 dan menandatangani perjanjian lisensi paten jangka panjang dan global untuk mengizinkan Huawei menggunakan teknologi yang dipatenkan Qualcomm.
The Wall Street Journal juga mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa sebelum kedua pihak mencapai kesepakatan, Qualcomm telah mengajukan izin untuk menjual chipset 5G ke Huawei dari pemerintah AS pada Juni 2020. (*)
Advertisement