Lama Baca 2 Menit

Pencurian ID Tes Universitas Tiongkok, Ditangkal IT

06 July 2020, 01:26 WIB

Pencurian ID Tes Universitas Tiongkok, Ditangkal IT-Image-1

Pelaksanaan Gaokao di Tiongkok - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Pencurian identitas ujian masuk perguruan tinggi (gaokao) baru-baru ini, hebohkan Tiongkok. Wanita bernama Gou Jing, mengklaim identitasnya dicuri. Lalu, nilai hasil ujian dia dipakai pencuri untuk masuk perguruan tinggi.

Itu terjadi tahun 1997. Skandal ini menimbulkan ketidak-percayaan terhadap kredibilitas ujian.

Dilansir dari Global Times, para ahli mengatakan, kasus seperti itu tidak mungkin terjadi lagi sekarang, karena teknologi IT sudah lebih maju dalam memantau kegiatan ilegal dalam ujian. 

Kementerian Keamanan Publik dan Departemen Pendidikan bersama-sama mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu (4/7/2020) lalu yang menyatakan tekad mereka untuk menindak kegiatan ilegal dan kriminal yang melibatkan ujian, termasuk membantu mengatur siswa untuk menipu dan menjual perangkat curang.

Pernyataan itu muncul di tengah diskusi panas tentang keadilan gaokao, yang dijuluki ujian paling penting di Tiongkok, yang memainkan peran penting dalam membentuk masa depan siswa. 

Seorang netizen berkomentar di akun media sosial Sina Weibo-nya, "Di Tiongkok, Gaokao memberi harapan kepada banyak siswa dan keluarganya yang ingin membangun masa depan yang baik dengan tangan kosong. 

Para penipu itu tidak hanya merusak keadilan pendidikan ujian, tetapi juga keadilan sosial sampai tingkat tertentu."

Chu Zhaohui (储朝晖), seorang peneliti di Institut Nasional Ilmu Pendidikan (中国教育科学研究院研究员), mengatakan kepada Global Times, Minggu (5/7/2020) bahwa Tiongkok telah memperkuat upayanya untuk menindak dan mencegah kasus serupa.

Pencegahan melalui pembangunan sistem pendaftaran identitas siswa yang lebih ketat dan pemantauan menyeluruh sistem. 

Pada 2010, Tiongkok telah membentuk sistem pendaftaran informasi siswa online, di mana susunan nomor pendaftaran ini unik dan berbeda-beda bagi tiap siswa, sehingga identitas mereka sulit untuk dicuri. (*)