Barang ekspor - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Jumlah Ekspor Tiongkok naik secara tak terduga pada bulan April 2020 karena pabrik mulai kembali produksi dan restoran dibuka kembali setelah kondisi siaga COVID-19 di Tiongkok diturunkan. Jumlah ini naik sebesar 3,5 persen, sementara impor turun sebesar 14,2 persen.
Para ahli memperkirakan impor dan ekspor akan mengalami penurunan dua digit pada bulan April 2020, setelah nanti industri kembali pulih dari pandemi COVID-19 yang mengganggu rantai pasokan global. Para ahli ini memperkirakan jumlah ekspor akan turun 15,7 persen, sementara impor diperkirakan turun 11,2 persen. Pada bulan Maret sendiri, jumlah ekspor Tiongkok turun 6,6 persen dan impor turun 0,9 persen dari tahun sebelumnya.
Surplus perdagangan negara pun semakin besar dengan meningkatnya ekspor dan penurunan impor pada bulan April 2020, mencapai 45,34 miliar dolar AS (sekitar 672 triliun rupiah). "Jumlah ekspor pada bulan April 2020 meningkat melampaui ekspektasi pasar, mencerminkan kemajuan perdagangan luar negeri Tiongkok." kata Liu Chunsheng (刘春生), seorang profesor di Universitas Pusat Keuangan dan Ekonomi (中央财经大学). Ia menambahkan, “Bahkan dalam keadaan pandemi COVID-19 sekalipun, dunia masih membutuhkan produk-produk Tiongkok.”
"Perusahaan perdagangan luar negeri Tiongkok telah menerapkan serangkaian langkah untuk mengurangi kerugian mereka," kata Liu Chunsheng. Banyak perusahaan telah beralih dengan memproduksi pasokan medis, peralatan pelindung medis, dan produk medis lainnya. Jumat lalu, bea cukai Tiongkok mengatakan bahwa ekspor produk medis Tiongkok meningkat secara signifikan per tanggal 1 Maret hingga 30 April 2020. "Nilai ekspor rata-rata harian telah meningkat dari sekitar satu miliar yuan (sekitar 2 triliun rupiah) pada hari-hari awal dan menjadi lebih dari tiga miliar yuan (sekitar 6 triliun rupiah) dalam beberapa hari terakhir."
Advertisement