Persiapan untuk vaksinasi ke dua di Indonesia - Gambar diambil dari berbagai sumber segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Bolong.id - Saat Indonesia terus berjuang untuk mengatasi pandemi COVID-19, vaksin CoronaVac China memberikan harapan. Dikembangkan oleh Sinovac Biotech China, ini adalah vaksin virus corona pertama di Indonesia.
Presiden Indonesia Joko Widodo dan beberapa petugas kesehatan menjadi orang pertama yang menerima dosis dini vaksin pada 13 Januari 2021.
Dr. Ade Zubaedah dari Ikatan Bidan Indonesia salah satunya. Sebagai seorang profesional yang bekerja di industri kesehatan, Ade telah melihat secara langsung tantangan yang dihadapi dokter dan perawat sehari-hari dalam menangani COVID-19.
"Untungnya, saya adalah salah satu orang pertama yang menerima vaksin bersama presiden, dan syukurlah, saya merasa baik-baik saja. Saya tahu ini aman, saya tidak memiliki keluhan, tetapi saya masih mengikuti protokol kesehatan yang ketat sejak saat itu. , "Kata Ade. Dilansir dari CGTN pada Senin (25/01/2021).
Untuk memulai program vaksinasi massal di Indonesia, pemerintah telah menyiapkan tiga juta dosis vaksin.
Orang yang berusia antara 18 hingga 59 tahun akan menjadi yang pertama menerima imunisasi prioritas bersama dengan dokter, perawat, dan orang yang bekerja di daerah berisiko tinggi.
Erlina Burhan, anggota asosiasi medis Indonesia, mengatakan pemerintah menargetkan kekebalan kawanan hanya dalam 15 bulan.
"Kami menargetkan untuk memvaksinasi 70 persen penduduk, sekitar 181 juta orang. Agar mereka mencapai kekebalan kelompok, kami yakin setiap orang harus mendapat dua dosis vaksin," kata Erlina.
Meski vaksin sudah diluncurkan, pemerintah Indonesia juga telah memperingatkan masyarakat bahwa itu bukan obatnya. Dikatakan mereka yang telah menerima vaksin masih akan diawasi dengan ketat.
“Saya masih bekerja dari rumah karena menurut para ahli, setelah pemberian vaksin dosis pertama, mobilitas harus dikurangi sebelum mendapat vaksin dosis kedua,” kata Ade.
Kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai rekor baru akhir-akhir ini. Negara ini melihat rata-rata 13.000 infeksi setiap hari, membuat rumah sakit dan klinik berada di bawah tekanan.
“Saya yakin dengan divaksinasi, saya melindungi diri saya sendiri dan juga keluarga saya serta masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Ade. "Vaksin ini menunjukkan keamanan dan keefektifannya dalam berbagai uji klinis, jadi saya merasa yakin tentangnya."(*)
[Alifa Asnia/Penerjemah]
[Lupita/Penulis]
Advertisement