Lama Baca 3 Menit

China Kecam Komentar Menlu Inggris Terkait Hong Kong

30 December 2020, 11:22 WIB

China Kecam Komentar Menlu Inggris Terkait Hong Kong-Image-1

China Mengecam Komentar Pejabat Inggris Terkait Hong Kong - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Kedutaan Besar Tiongkok di Inggris pada Selasa (29/12/2020) mengecam komentar "memutarbalikkan fakta" oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab. Terkait kasus 12 penduduk Hong Kong yang dituduh melakukan penyeberangan perbatasan secara ilegal.

Kronologi kasus ini awalnya terjadi pada tanggal 23 Agustus ketika Penjaga Pantai Guangdong mencegat sebuah kapal di perairan di bawah yurisdiksinya. Terdapat 12 penduduk Daerah Administratif Khusus (HKSAR) Hong Kong yang ditahan karena melintasi perbatasan secara ilegal, dilansir dari CGTN, Rabu (30/12/2020).

Pada hari Senin (28/12/20), Rabb mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pihak Inggris "sangat prihatin" terhadap kasus 12 tersangka Hong Kong yang diadili secara rahasia di Shenzhen. Ia juga meminta Tiongkok untuk melakukan persidangan secara adil dan transparan mengenai kasus ini.

Sebagai tanggapan, kedutaan besar Tiongkok menekankan bahwa kasus tersebut diberikan sidang terbuka tingkat pertama di Pengadilan Rakyat Distrik Yantian di Shenzhen, Provinsi Guangdong.

Beberapa wakil Kongres Rakyat Nasional dan anggota Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok dari HKSAR dan Shenzhen serta jurnalis dan kerabat para terdakwa menghadiri persidangan.

Kedutaan Tiongkok menekankan bahwa Tiongkok menjunjung tinggi supremasi hukum dan pelanggar hukum harus dibawa ke pengadilan. Penanganan kasus oleh lembaga peradilan Tiongkok sesuai dengan hukum dan tidak menimbulkan distorsi, mendiskreditkan atau campur tangan.

Tiongkok mendesak pihak Inggris untuk mengambil langkah konkret mematuhi hukum internasional dan norma dasar yang mengatur hubungan internasional. Inggris juga harus segera berhenti mencampuri urusan HKSAR, urusan dalam negeri Tiongkok, dan kedaulatan peradilan Tiongkok.

Pada hari Senin (28/12/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, juga menanggapi pernyataan "tidak bertanggung jawab" oleh kedutaan Amerika Serikat (AS) tentang kasus ini. Zhao mengatakan Tiongkok dengan tegas menentang pernyataan kedutaan, dan mendesak AS untuk segera berhenti menggunakan masalah HKSAR untuk mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.