23 Orang Meninggal di Tambang, Kota China Ini Minta Utamakan - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Chongqing, Bolong.id - Pejabat pemerintah Chongqing diperingatkan pada hari Minggu (6/12/2020) atas catatan keselamatan pekerja kota, setelah kecelakaan tambang batu bara besar terjadi Jumat (4/12/2020) yang merenggut 23 nyawa.
Huang Yuzhi, kepala Administrasi Keselamatan Tambang Batubara Nasional, mengadakan pembicaraan pada hari Minggu (6/12/2020) dengan pejabat pemerintah kota atas nama Komite Keselamatan Kerja Dewan Negara, dilansir dari China Daily, Senin (7/12/2020).
Huang meminta pejabat untuk lebih memahami situasi yang dihadapi mengenai keselamatan tambang batu bara di Chongqing. Ia dikirim ke kotamadya oleh Kementerian Manajemen Darurat untuk memandu pekerjaan penyelamatan, mendesak mereka untuk menganalisis alasan sering terjadinya kecelakaan, mengambil tindakan dan langkah-langkah efektif untuk mencegah terulangnya tragedi semacam itu.
Dua puluh empat orang terperangkap di Tambang Batubara Diaoshuidong di Distrik Yongchuan pada Jumat (4/12/2020) sore waktu setempat. Karena tingkat karbon monoksida yang berlebihan, setelah sekitar 30 jam pekerjaan penyelamatan, hanya satu orang yang dibawa keluar dari tambang hidup-hidup.
Para pekerja membongkar peralatan bawah tanah di tambang yang telah ditutup setelah izin penambangannya habis pada Agustus 2020. Namun, menurut pemda, pengerjaan ini dilakukan tanpa izin dari dinas terkait.
Sebelumnya, insiden serupa terjadi pada 27 September, ketika kadar karbon monoksida yang berlebihan menyebabkan kematian 16 orang di Tambang Batu Bara Songzao di Distrik Qijiang, Chongqing.
Seorang penambang, berbicara dengan syarat anonim kepada The Beijing News, mengatakan bahwa orang-orang sedang bekerja di dua dari enam area tambang Diaoshuidong ketika kecelakaan hari Jumat (4/12/2020) terjadi. "Setelah tambang ditutup, biasanya hanya sedikit orang yang bertugas. Tapi belakangan ini, lebih banyak orang turun untuk membongkar peralatan," katanya.
Komite Keselamatan Kerja Dewan Negara menyatakan akan mengawasi penanganan kasus tersebut secara terbuka. Sementara itu, penyebab kecelakaan tersebut sedang diselidiki lebih lanjut.
Setelah serangkaian kecelakaan baru-baru ini, Tiongkok meluncurkan inspeksi keselamatan produksi pada bulan lalu yang menargetkan tambang batu bara negara itu. Berlangsung dari 6 November 2020 hingga akhir tahun depan, pemeriksaan tersebut berfokus pada infrastruktur pertambangan, manajemen pencegahan risiko untuk bencana besar, serta kemampuan tanggap darurat dan penyelamatan.
Advertisement