Kunjungan Pejabat AS ke Taiwan Bakal Rusak Hubungan China-AS - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri urusan Ekonomi Amerika Serikat (AS), Keith Krach, ke Taiwan sangat melanggar prinsip satu-Tiongkok dan tiga kesepakatan bersama Tiongkok-AS, merusak hubungan Tiongkok-AS, serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, kata para ahli.
“Pemerintah AS berusaha menahan dan menekan Tiongkok di berbagai bidang, memanfaatkan sensitivitas tinggi atas Taiwan. Pertukaran resmi baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Taiwan adalah tindakan yang sama sekali tidak bertanggung jawab,” kata Xulio Rios, direktur Observatorium Politik Tiongkok di Spanyol, dilansir dari ecns.cn, Minggu (20/9/2020).
Thurmer Gyula, presiden Partai Pekerja Hongaria, mengatakan bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayah Tiongkok, kunjungan Krach ke Taiwan sangat melanggar prinsip satu Tiongkok.
“Itu tidak hanya merugikan perkembangan hubungan Tiongkok-AS, tetapi juga perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia,” pungkas Gyula, menambahkan bahwa Amerika Serikat harus segera menghentikan tindakan provokatif ini.
"Pertukaran resmi baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Taiwan tidak lain adalah upaya lain Amerika Serikat untuk ikut campur dalam masalah internal Tiongkok dengan secara terbuka menantang kebijakan satu-Tiongkok," komentar Rizwan Naseer, asisten profesor Universitas Comsats, Islamabad.
Dr. Nasser Abdel Aal, seorang ahli Tiongkok dan profesor bahasa Mandarin di Universitas Ain Shams Mesir, menyebutkan bahwa di balik pertukaran resmi antara Amerika Serikat dan otoritas Partai Progresif Demokratik di Taiwan adalah pertimbangan dari kepentingan pribadi beberapa politisi Amerika. Langkah tersebut selanjutnya akan merugikan hubungan Tiongkok-AS.
“Kunjungan Krach ke Taiwan "mengirimkan sinyal yang salah" kepada otoritas Partai Progresif Demokratik di Taiwan. Tindakan ini membahayakan hubungan lintas selat dan membawa bahaya bagi perdamaian regional,” ungkap Herman Laurel, pendiri lembaga think tank Philippine-BRICS Strategic Studies.
Sementara itu, Anri Sharapov, seorang profesor dari Tashkent State University of Oriental Studies di Uzbekistan bahwa adanya pelanggaran prinsip satu-Tiongkok dan kewajiban Amerika Serikat dapat menyebabkan memburuknya hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. (*)
Advertisement