Lama Baca 4 Menit

Militer Usir Kapal Perusak AS dari Laut Tiongkok Selatan

29 August 2020, 14:11 WIB

Militer Usir Kapal Perusak AS dari Laut Tiongkok Selatan-Image-1

Militer Usir Kapal Perusak AS dari Laut Tiongkok Selatan - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Guangzhou, Bolong.id - Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (People's Liberation Army ; PLA) pada Kamis (27/8/2020) mengusir kapal perang Amerika Serikat (AS) yang masuk tanpa izin ke perairan teritorial Tiongkok di Kepulauan Xisha, Laut Tiongkok Selatan. 

Insiden ini dilaporkan berlangsung di dekat zona latihan militer Tiongkok dan rudal balistik anti-kapal.

“USS Mustin, sebuah kapal perusak berpeluru milik Angkatan Laut AS, masuk tanpa izin ke perairan teritorial Tiongkok di Kepulauan Xisha pada hari Kamis (27/8/2020). Komando Teater Selatan PLA kemudian mengirimkan angkatan laut dan udara untuk melacak, mengidentifikasi dan memperingatkan kapal AS tersebut untuk pergi,” kata Kolonel Senior Li Huamin, juru bicara Komando Teater Selatan PLA pada Jumat (28/8/2020) pagi waktu setempat.

“AS mengabaikan aturan hukum internasional, berulang kali menimbulkan masalah di Laut Tiongkok Selatan, menjalankan hegemoni navigasi atas nama kebebasan navigasi, secara serius merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan Tiongkok, dan menyabotase tatanan navigasi internasional di Laut Tiongkok Selatan,” ungkap Li. Ia juga menambahkan, "Kami mendesak AS untuk menghentikan tindakan provokatif semacam ini, untuk secara ketat mengelola operasi militer laut dan udara dan secara ketat menahan pasukan garis depannya, untuk menghindari kecelakaan.”

Dilansir dari Global Times, pakar militer yang berbasis di Beijing Wei Dongxu pada hari Jumat (28/8/2020) mengatakan bahwa PLA memiliki kemampuan yang kuat dalam menjaga kedaulatannya di Laut Tiongkok Selatan, termasuk kemampuan pemantauan laut dan udara yang komprehensif dengan peralatan canggih seperti pesawat patroli. Sehingga, begitu kapal perang AS terlihat melakukan tindakan provokatif termasuk berlayar di dekat pulau dan terumbu karang Tiongkok, PLA dapat mengirim peringatan dan menggunakan kapal perusak untuk mengusirnya.

Menurut pemberitahuan pembatasan navigasi yang dikeluarkan oleh Administrasi Keselamatan Maritim Hainan pada 21 Agustus 2020, PLA kini tengah mengadakan latihan di Laut Tiongkok Selatan, di daerah antara Pulau Hainan dan Kepulauan Xisha. Laporan luar negeri mengatakan pada hari Rabu (26/8/2020) bahwa PLA telah meluncurkan beberapa rudal balistik anti-kapal ke zona tersebut selama latihan pada hari itu. 

Pengamat militer Tiongkok sendiri telah mengungkapkan bahwa akan sangat berbahaya bagi kapal perang AS untuk berlayar di dekat zona latihan PLA yang mungkin menampilkan peluncuran rudal anti-kapal, dan tindakan provokatif semacam itu dapat menimbulkan risiko kecelakaan.

Sistem panduan pada rudal anti-kapal dapat secara keliru mengenali kapal-kapal yang mengganggu yang tidak terduga sebagai target pelatihannya, karena target tersebut kemungkinan dirancang untuk mensimulasikan kapal yang berpotensi bermusuhan, dan kapal tersebut dapat secara tidak sengaja tenggelam.

Ini adalah kedua kalinya dalam minggu ini AS melakukan operasi berisiko di atau dekat zona latihan PLA. Pada hari Selasa (25/8/2020), sebuah pesawat pengintai U-2 masuk tanpa izin di zona larangan terbang yang menjadi tuan rumah latihan tembakan langsung oleh Komando Teater Utara PLA. Pesawat U-2 tersebut bisa dengan mudah menyebabkan kesalahpahaman, dan bahkan memicu kecelakaan udara dan laut. Pakar militer Tiongkok mengatakan bahwa seperti dalam kasus kapal perang, pesawat mata-mata itu bisa saja disalahartikan sebagai target pelatihan dan ditembak jatuh.