Lama Baca 3 Menit

Ceko Netral Terhadap Propaganda Anti-Tiongkok Versi Pompeo

14 August 2020, 15:33 WIB

Ceko Netral Terhadap Propaganda Anti-Tiongkok Versi Pompeo-Image-1

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Praha, Bolong.id - Tiga minggu setelah pidato anti-Tiongkok oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, Pompeo memulai kunjungannya ke empat negara Eropa tengah dan timur, yaitu Republik Ceko, Slovakia, Austria, dan Polandia pada Selasa (11/8/2020).

Selama kunjungannya ke Republik Ceko, Pompeo menekankan agenda anti-Tiongkok, berbicara tentang kerjasama dengan Ceko dalam keamanan 5G, kontra terorisme, dan kerjasama energi nuklir. Dia mengklaim bahwa menggunakan teknologi dari Tiongkok dan Rusia akan menimbulkan "bahaya" bagi kedaulatan dan keamanan Republik Ceko.

Namun, Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis mengatakan pada hari Rabu (12/8/2020) bahwa negaranya adalah negara berdaulat yang tidak menghadapi ancaman besar, sebagai tanggapan atas narasi anti-Tiongkok Pompeo.

Pompeo dan Babis menandatangani deklarasi tentang keamanan 5G pada bulan Mei 2020, tetapi negara Eropa itu belum memutuskan untuk melarang teknologi dari Huawei, perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok. 

Sementara, Presiden Ceko Milos Zeman telah mempromosikan hubungan yang lebih dekat dengan Tiongkok. Di sisi lain, Kepala Senat Ceko Milos Vystrcil dan walikota Praha Zdenek Hrib dilaporkan akan mengunjungi pulau Taiwan pada akhir Agustus 2020.

“Pernyataan Pompeo dalam urusan internal Republik Ceko bertujuan untuk membentuk aliansi anti-Tiongkok di Eropa Tengah dan Timur dengan mengambil keuntungan dari sikap politik domestik mereka yang berbeda”, ungkap Shi Yinhong (时殷弘), seorang profesor Hubungan Internasional dan Ketua Komite Academic Committee of the School of International Studies, dilansir dari Global Times.

Zhao Lijian (赵立坚), juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, mengatakan bahwa skema Pompeo pasti akan gagal karena komunitas global tahu dia mencoba untuk membentuk sentimen “Anti-Tiongkok, Anti-Komunis” yang hanya menguntungkan AS. (*)

Baca Juga:

Indonesia dan Singapura Tetap Netral terhadap Konflik AS-Tiongkok

Kemenlu Tiongkok: Tiongkok-AS dapat Berkomunikasi dengan Saling Menghormati

Trump Merasa Hubungannya dengan Tiongkok Berubah Semenjak COVID-19