Lama Baca 3 Menit

Pompeo: AS Berusaha Larang Media Sosial Tiongkok, Termasuk TikTok

08 July 2020, 07:00 WIB

Pompeo: AS Berusaha Larang Media Sosial Tiongkok, Termasuk TikTok-Image-1

Mike Pompeo - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Washington, Bolong.id - Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengatakan pada Senin (6/7/2020) malam, bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pelarangan media sosial Tiongkok, termasuk TikTok.

Pompeo menyatakan tindakan tersebut saat wawancara dengan Laura Ingraham dari Fox News, menambahkan bahwa "kami menganggap ini dengan sangat serius.". Saat ditanya tentang kemungkinan pemblokiran aplikasi Tiongkok, Pompeo mengatakan, "Dengan segala hormat, terhadap aplikasi buatan Tiongkok (yang terdapat) di ponsel masyarakat, saya dapat meyakinkan Anda, bahwa Amerika Serikat akan blokir ini juga, Laura."

Pernyataan Pompeo tersebut datang di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Tiongkok, yang menyebar ke berbagai bidang, termasuk keamanan nasional, perdagangan dan teknologi.

TikTok, yang dikembangkan oleh startup ByteDance (字节跳动), yang berbasis di Beijing, berulang kali dikritik oleh politisi AS, menuduh bahwa aplikasi video pendek tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, karena hubungannya dengan Tiongkok. Mereka menuduh bahwa perusahaan tersebut bisa saja dipaksa untuk "mendukung dan bekerja sama dengan badan intelijen Partai Komunis Tiongkok."

TikTok telah mengatakan sebelumnya, bahwa mereka beroperasi secara terpisah dari ByteDance (字节跳动), dan pusat datanya terletak sepenuhnya di luar Tiongkok, tidak ada data yang tunduk pada hukum Tiongkok. Sementara menurut pihak TikTok, data pengguna AS disimpan di Amerika Serikat, cadangannya di Singapura.

Popularitas TikTok meledak di Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya, menjadi platform media sosial Tiongkok pertama yang punya daya tarik yang signifikan, dengan pengguna di luar negara asalnya. Menurut perusahaan analisis Sensor Tower, aplikasi ini telah diunduh sebanyak 315 juta kali dalam tiga bulan pertama, pada tahun 2020, merupakan aplikasi dengan unduhan terbesar, dalam jangka waktu tiga bulan saja, dibandingkan aplikasi lain mana pun dalam sejarah. (*)