Lama Baca 3 Menit

Tiongkok Perketat Test COVID-19 dan Pengobatannya di Daerah Perbatasan

22 April 2020, 17:01 WIB

Tiongkok Perketat Test COVID-19 dan Pengobatannya di Daerah Perbatasan-Image-1

Konferensi Pers hari Selasa, 21 April - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Otoritas kesehatan Tiongkok telah meningkatkan pengujian dan pengobatan untuk infeksi COVID-19 di daerah perbatasan, karena negara tersebut kini tengah menghadapi peningkatan risiko kasus impor.

Dengan panjang lebih dari 22.000 km perbatasan darat dan 91 pelabuhan darat, bersama dengan sejumlah besar jalan pintas dan rute ilegal, Tiongkok menghadapi risiko tinggi kasus impor COVID-19. Namun, kapasitas layanan medis di beberapa daerah perbatasan relatif tidak memadai untuk upaya penanganan dan pengendalian pandemi, jelas Guo Yanhong (郭燕红), seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional pada konferensi pers hari Selasa, 21 April 2020.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok telah menginstruksikan sembilan daerah di tingkat provinsi dengan pelabuhan darat untuk membuat rencana respons yang ditargetkan dalam upaya mengintensifkan penanganan dan bersiap-siap akan datangnya kasus impor COVID-19. Guo menjelaskan bahwa pengendalian pandemi di daerah perbatasan adalah prioritas yang paling besar, Komisi Kesehatan Nasional telah melakukan penilaian menyeluruh terhadap kapasitas pengujian laboratorium dan perawatan medis di kota-kota perbatasan.

Sekelompok pakar kesehatan dan ahli penanggulangan pandemi juga telah dikirim ke beberapa daerah perbatasan yang menghadapi tantangan dengan semakin meningkatnya kasus-kasus impor, seperti Suifenhe, sebuah kota di perbatasan Tiongkok-Rusia, provinsi Heilongjiang, Tiongkok timur laut. Sementara itu, peralatan medis utama, termasuk laboratorium P3 bergerak, mesin pemindai tomografi terkomputerisasi (computerized tomography; biasa disingkat CT), juga telah dikirim ke sana untuk meningkatkan kemampuan lokal dalam mendeteksi dan menyembuhkan infeksi COVID-19.

Menurut data statistik yang dirilis oleh Komisi Kesehatan Nasional, daratan Tiongkok melaporkan empat kasus COVID-19 impor baru pada hari Senin, 20 April 2020, sehingga jumlah total kasus impor menjadi 1.587 kasus. Dari total kasus impor, 776 telah sembuh dan dikeluarkan dari rumah sakit, sementara 811 masih dirawat di rumah sakit dengan 44 dalam kondisi kritis.