Lama Baca 3 Menit

Mengenai Rapat Virtual Tiongkok-Singapura Tentang COVID-19

03 April 2020, 18:00 WIB

Mengenai Rapat Virtual Tiongkok-Singapura Tentang COVID-19-Image-1

Rapat Virtual Tiongkok-Singapura akan COVID 19 - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Pada tanggal 1 April 2020, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok Luo Zhaohui dan Sekretaris Tetap Chee Wee Kiong dari Kementerian Luar Negeri Republik Singapura bersama-sama mengetuai Rapat Virtual Tiongkok-Singapura tentang COVID 19. Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan dari kedua belah pihak yang meliputi bidang pendidikan, perdagangan dan industri, bea cukai dan imigrasi, transportasi, kesehatan, dan tenaga kerja.

Dari pihak Tiongkok menjelaskan perkembangan Tiongkok dalam pencegahan dan pengendalian wabah COVID 19 serta pembangunan ekonomi dan sosial di Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Singapura atas dukungan dan bantuannya. Dari pihak Singapura menguraikan upaya yang dilakukan untuk mencegah, menahan, dan mengendalikan wabah COVID 19 di Singapura. Kedua belah pihak yakin akan kemampuan mereka masing-masing untuk bertarung dan mengatasi ancaman jangka panjang COVID 19.

Keduanya menyatakan keprihatinan yang mendalam atas virus corona yang menyebar di seluruh dunia ini, dan sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral, regional dan global demi mengatasi ancaman global ini. Tiongkok dan Singapura juga bertukar pandangan tentang kontrol dan tindakan pengobatan yang diambil dalam memerangi wabah dan penyebaran virus; setuju untuk berbagi praktik kesehatan baik diagnostik dan perawatan, dan mengeksplorasi penelitian dan pengembangan obat-obatan dan vaksin; menyetujui pentingnya langkah-langkah berkelanjutan untuk meminimalisir risiko kesehatan masyarakat, sementara secara bertahap mengembalikan normalitas interaksi orang-ke-orang dan pertukaran ekonomi; dan setuju untuk memberikan fasilitasi kesehatan, tempat tinggal, dan dukungan kepada warga negara yang tinggal di negara masing-masing.

Kedua belah pihak sepakat bahwa COVID-19 adalah merupakan kondisi darurat kesehatan masyarakat global yang tidak memandang kebangsaan, ras, atau perbatasan. Tiongkok dan Singapura kemudian meminta negara-negara di seluruh dunia untuk bekerja sama dalam mengatasi ancaman lintas batas ini demi perlindungan dan kesejahteraan rakyat.