tarian singa - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Guangxi, Bolong.id - Tarian singa (Lion Dance), merupakan seni pertunjukan tradisional Tiongkok, tarian ini sering dipentaskan sebagai hiburan pada acara-acara meriah termasuk Festival Musim Semi. Tradisi ini muncul saat Periode Tiga Kerajaan (220-280 M), dan pada masa kejayaannya di Dinasti Selatan dan Utara (420-589 M). Di Indonesia, tarian singa ini lebih akrab disebut Barongsai, yang selalu menghiasi seluruh daerah pada saat perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia.
Mengibaskan kepala dan ekornya, mengubah telinganya dan menggaruk pipinya, adalah ciri khas dari penampilan tarian "singa" merah tua, yang latihannya memakan berhari-hari di daerah Tengxian, Guangxi, Tiongkok Selatan. Adapun yang melakukan rutinitas atau latihan tarian tersebut, yaitu dua pemuda bernama Qiu Haiwei berumur 17 tahun, yang tampil sebagai kepala dari singa merah, dan Huang Qingliang berumur 16 tahun, sebagai ekornya. Keduanya adalah murid dari jurusan tari di sekolah menengah kejuruan di daerah itu.
Tarian singa meniru hewan singa dengan gaya bela diri dan akrobatik, telah terdaftar sebagai warisan budaya nasional pada tahun 2011. Huang Qingliang mengatakan bahwa tarian singa telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan di daerah ini. Di masa kecilnya, setiap kali ketukan drum dan suara gong terdengar, dia tahu sedang ada tarian singa dan berlarian untuk menontonnya. Dengan rasa penuh cinta dan rasa ingin tahu untuk seni tradisional, kedua murid ini mulai belajar tarian singa sudah dari dua tahun yang lalu.
Advertisement