Ilustrasi - Image from ZDNet
Jakarta, Bolong.id - Transaksi pembayaran seluler di Tiongkok mencapai total kumulatif RMB277,4 triliun pada 2018, peringkat No. 1 di dunia, menurut Laporan Statistik tentang Perkembangan Internet di Tiongkok yang baru-baru ini dirilis.
Hingga Juni 2019, pengguna pembayaran online di Tiongkok mencapai 633 juta. Kini, "Masyarakat tanpa uang tunai (cashless society)" mulai mendekat.
Tidak seperti transisi dari uang kertas ke kartu kredit, atau ke pembayaran seluler yang terlihat di banyak negara maju, Tiongkok - yang memiliki tingkat kepemilikan kartu kredit rendah - melonjak langsung dari pembayaran tunai ke pembayaran seluler, didukung oleh teknologi canggih dan tingkat kepemilikan ponsel yang tinggi.
Menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, jumlah BTS (stasiun pemancar) 4G di Tiongkok mencapai 5,44 juta pada 2019 - lebih dari setengah total dunia.
Dengan inovasi kode QR, pembayaran online dan offline semakin digabungkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, metode pembayaran Bluetooth, pembayaran biometrik, pembayaran sonik, pembayaran AR / VR, dan metode pembayaran baru lainnya telah diluncurkan.
Dilansir dari CGTN, 86 persen masyarakat Tiongkok menggunakan pembayaran seluler, baik untuk membayar tagihan listrik, melakukan perjalanan jarak pendek atau jauh, membuat janji di rumah sakit atau berbelanja bahan makanan.
Sekarang, hal itu telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Tiongkok sehingga menghabiskan sehari tanpa uang tunai atau kartu bank sangatlah biasa-biasa saja.
Faktanya, pembayaran seluler juga membantu ekonomi berbagi, e-retailing, tata kelola digital, pendidikan dan perawatan kesehatan, serta teknologi, bidang dan model bisnis lain yang muncul, seperti tata kelola cerdas, rumah sakit pintar, pembayaran otomatis, dan aplikasi industri lainnya.
Sementara itu, proporsi pengguna 5G di Tiongkok diperkirakan akan meningkat hingga hampir 50 persen pada 2025, dan komersialisasi 5G akan menciptakan lebih banyak kemungkinan untuk tumbuhnya era cashless atau era tanpa uang tunai. (*)
Advertisement