Lama Baca 3 Menit

WN China Tawarkan Pelajaran Bahasa Mandarin Gratis di Kota Zambia

18 October 2020, 10:24 WIB

WN China Tawarkan Pelajaran Bahasa Mandarin Gratis di Kota Zambia-Image-1

Ilustrasi - Image from ET

Mpongwe, Bolong.id - Tiga warga negara Tiongkok yang bergerak di bidang agro-bisnis di distrik Mpongwe Zambia, Provinsi Copperbelt telah memulai program ambisius untuk mengajar dan mendidik petani lokal bahasa dan budaya Tiongkok secara gratis.

"Kami hanya ingin berbagi bahasa kami dengan petani lokal di sini, demi komunikasi yang lebih baik dan pembangunan nasional," kata Li Wang, yang memulai proyek dengan Dong Fan dan Fu Shou.

Li mengatakan begitu bahasa dibagikan, tidak akan ada kesalahpahaman antara orang Tionghoa dan petani lokal seperti orang lain di Distrik Mpongwe, terutama dalam hal berbisnis.

“Kami ingin berbagi apapun yang kami miliki dengan masyarakat lokal termasuk bahasa dan budaya mandarin kami,” kata Li yang merupakan seorang pengusaha pertanian.

Li mengatakan selain petani, mereka juga menargetkan para pemasar dalam proyek pelatihan bahasa mandarin Tiongkok.

"Proyek ini gratis, kami tidak meminta orang untuk membayarnya," kata Li.

Albert Mpundu, salah satu pembelajar bahasa Mandarin yang merupakan petani skala kecil di Mpongwe, mengaku senang bisa belajar bahasa Mandarin, katanya itu akan memudahkannya berbisnis dengan orang Tiongkok.

"Mandarin Tiongkok menarik, kita hanya perlu mempelajarinya jika kita ingin berbisnis dengan sempurna dengan orang Tiongkok, karena ini akan meringankan tantangan komunikasi kita," ujar Mpundu.

Mpundu menghargai upaya tiga orang berkebangsaan Tiongkok tersebut untuk mengorbankan waktu dan upaya mereka serta mengajarkan bahasa dan budaya Tiongkok kepada petani lokal Mpongwe.

Beatrice Bulaya, pembelajar bahasa Tiongkok lainnya, mengatakan upaya ketiga Tionghoa itu patut dipuji.

"Ini pekerjaan yang sangat terpuji, kami hanya membutuhkan lebih banyak literatur dalam bahasa Mandarin, sehingga kami dapat membaca, menulis, dan berbicara bahasa Mandarin dengan lancar," kata Bulaya.

“Ini juga akan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat kita, dan mengakibatkan arus investasi Tiongkok di kabupaten tersebut terutama bergantung pada industri pertanian,” ujarnya. (*)