SMIC - Image from Tech Power Up
Washington, Bolong.id - Perusahaan pengecoran logam sekaligus produsen chip terbesar Tiongkok, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) telah meminta persetujuan dari Amerika Serikat untuk terus memasok Huawei Technologies Co Ltd, ujar perusahaan itu pada Selasa (15/9/20).
15 September 2020 adalah waktu untuk pembatasan yang diberlakukan oleh Washington pada Mei 2020 terhadap Huawei mulai berlaku, di mana vendor peralatan semikonduktor utama dilarang untuk memasok chip atau memberikan layanan kepada Huawei.
Perusahaan yang berharap terus berbisnis dengan Huawei saat ini harus terlebih dahulu menerima lisensi dari pemerintah AS.
"SMIC berkomitmen mematuhi semua peraturan ekspor AS yang berlaku dan maksud dari lembaga pemerintah terkait. Untuk itu, kami telah mengajukan permohonan izin ekspor BIS yang mencakup beberapa produk Huawei," ujar juru bicara kepada CGTN.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd, pabrikan terpenting untuk chipset ponsel kelas atas Huawei, mengatakan pada Juli 2020 akan berhenti memasok Huawei sampai tenggat waktu.
Micron Technology Inc, produsen chip memori DRAM, juga mengatakan tidak akan lagi memasok Huawei. Perancang chip Taiwan, MediaTek, mengatakan bulan lalu telah mengajukan izin AS untuk terus memasok Huawei.
Huawei adalah pelanggan utama SMIC dan menghasilkan 20 persen dari pendapatan pengecoran, menurut analisis dari penelitian Bernstein.
SMIC berperan dalam memimpin produksi chip domestik Tiongkok
Namun, pengecoran tidak mampu menghasilkan chip paling canggih di chipset seluler Kirin Huawei dan masih bergantung pada peralatan dari perusahaan AS yang mungkin juga berhenti melayani Huawei saat pembatasan berlaku.
SMIC sendiri telah mendapat sorotan dari Washington. Awal September ini, media melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk menempatkan pembatasan pada perusahaan serupa dengan yang diberlakukan pada Huawei, melarang perusahaan AS untuk melayani dan memasoknya. (*)
Advertisement