Lama Baca 3 Menit

Rayakan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Tiongkok-Italia, Pameran Seni Grafis Giorgio Morandi digelar di Beijing

10 September 2020, 07:25 WIB

Rayakan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Tiongkok-Italia, Pameran Seni Grafis Giorgio Morandi digelar di Beijing-Image-1

Giorgio Morandi - Image from CGTN

Beijing, Bolong.id - Inilah pameran lukisan dan grafis karya seniman master Italia, Giorgio Morandi digelar di Beijing, Rabu (9/9/20). Pameran tersebut bagian dari perayaan 50 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Italia.

Lima puluh lima cetakan oleh Giorgio Morandi dipajang di Akademi Seni Lukis Li Keran (李可染) di Beijing. Morandi mengkhususkan diri pada still life, yang menggambarkan subjek sederhana, seperti vas, botol, mangkuk, bunga, dan lanskap, dengan fokus pada gradasi warna dan nada yang halus.

Li Geng, Kepala Akademi Seni Lukis Li Keran (李可染), mengatakan karya Morandi merupakan pengantar estetika yang baik.

Rayakan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Tiongkok-Italia, Pameran Seni Grafis Giorgio Morandi digelar di Beijing-Image-2

Still life oleh Giorgio Morandi / Li Keran Academy of Painting - Image from CGTN

“Dalam karya Morandi, warnanya memberikan efek mengejutkan pada seni rupa kontemporer, menginspirasi banyak seniman muda. Minimalis merupakan salah satu gaya seni rupa kontemporer yang berbeda. Sangat berbeda dengan super realisme yang menonjolkan karya raksasa, teknik rumit, dan warna mencolok seperti merah dan hitam. Morandi berkontemplasi dalam hidupnya dan ekspresinya dalam lukisan. Karya-karyanya kecil dan halus," kata Li.

Nyatanya, palet warna Morandi sudah populer selama bertahun-tahun di dunia seni modern.

Rayakan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Tiongkok-Italia, Pameran Seni Grafis Giorgio Morandi digelar di Beijing-Image-3

Still life oleh Giorgio Morandi / Li Keran Academy of Painting - Image from CGTN

"The Story of Yanxi Palace", sebuah serial televisi Tiongkok, menjadi viral di Internet pada 2018. Penonton menyukai gaya bernada abu-abu, mulai dari kostum dan aksesori hingga dekorasi. Dalam drama ini, warna saturasi rendah diaplikasikan untuk menghadirkan pesona kemewahan yang sederhana.

“Warna-warna dalam lukisan Morandi mencerminkan semangat klasisisme Renaisans, seperti warna dan corak. Gaya Renaisans awal memiliki banyak kesamaan dengan gaya dari Dinasti Song dan Yuan Tiongkok, dalam cara mengekspresikan emosi dan penggunaan warna. Kami melihat lukisan tinta cair tingkat tertinggi di Dinasti Song. Karya Morandi mencerminkan keadaan pikiran yang damai, yang merupakan pengejaran tertinggi dalam Buddhisme dan filosofi Chan di Tiongkok. Jadi, pemirsa mungkin merasakan déjà vu," ujar Li.

Selama 50 tahun terakhir, Tiongkok dan Italia telah mengembangkan hubungan yang erat. Li Geng berharap lebih banyak interaksi seni antara kedua negara dalam waktu dekat. (*)